
PURBALINGGA, SERAYUNEWS– Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu, 16 Agustus 2026, aktivitas pendakian di Gunung Slamet mengalami peningkatan signifikan.
Dari rilis BPBD Purbalingga tercatat sebanyak 1.010 pendaki melakukan aktivitas naik dan turun melalui jalur populer Basecamp Bambangan, yang terletak di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Antusiasme para pendaki dari berbagai daerah ini menjadi bagian dari perayaan Semarak Kemerdekaan di atap Jawa Tengah.
Untuk mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah kondisi musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga bergerak cepat.
Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga mengintensifkan monitoring lapangan sekaligus menggelar sosialisasi langsung kepada para pendaki. Langkah pencegahan ini dilakukan melalui kolaborasi erat bersama tim SAR Gunung Slamet dan pengelola Basecamp Pendakian Bambangan.
Dalam sosialisasi tersebut, BPBD Kabupaten Purbalingga menyampaikan imbauan tegas terkait aturan keselamatan dan pencegahan Karhutla di kawasan hutan:
1. Tidak Menyalakan Api Sembarangan: Pendaki dilarang membuat perapian di tempat yang berisiko dan wajib memastikannya benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
2. Dilarang Membuang Puntung Rokok: Dilarang keras membuang puntung rokok sembarangan, terutama di sekeliling ranting atau daun kering yang mudah terbakar.
3. Kelola Sampah dengan Baik: Pendaki diimbau tidak meninggalkan sampah yang dapat memicu atau memperparah kebakaran hutan.
4. Lapor Segera saat Darurat: Apabila menemukan titik api atau asap di kawasan hutan, pendaki diminta untuk segera melaporkannya kepada petugas BPBD Kabupaten Purbalingga.