
SERAYUNEWS- Sembelit sering menjadi keluhan umum saat berpuasa Ramadan. Kondisi ini membuat perut kembung dan sulit BAB, mengganggu kenyamanan seharian.
Perubahan cara makan, minum, dan kebiasaan sehari-hari membuat sistem pencernaan harus beradaptasi dengan cepat.
Hal ini bisa menyebabkan frekuensi buang air besar berkurang, tinja menjadi keras, serta perut terasa nyeri dan tidak nyaman.
Meskipun terlihat biasa saja, sembelit bisa mengganggu kenyamanan saat menjalani ibadah puasa.
Kurangnya asupan cairan menjadi pemicu utama, karena tubuh dehidrasi membuat tinja keras. Pola makan berubah, seperti melewatkan sahur atau makan berlemak tinggi saat berbuka, juga memperburuknya.
Aktivitas fisik menurun dan stres ibadah tambahan memperlambat pergerakan usus. “Dehidrasi dan kurang serat saat puasa sering menyebabkan konstipasi,” ujar pakar kesehatan dari Alodokter.
Sembelit bisa bikin lemas, perut penuh, dan bahkan memicu wasir jika dibiarkan. Saat puasa, hal ini mengurangi fokus beribadah dan produktivitas harian.
Beberapa orang mengalami BAB kurang dari tiga kali seminggu, dengan tinja keras. Dampaknya terasa hingga setelah buka, membuat istirahat malam terganggu.
Minum minimal 8 gelas air putih sehari, bagi 2 gelas saat sahur dan sisanya saat berbuka hingga sebelum tidur. Hindari minuman manis atau berkafein yang bikin dehidrasi tambah parah.
Pilih makanan kaya serat seperti apel, pisang, brokoli, atau roti gandum saat sahur agar kenyang lama. Targetkan 25-30 gram serat per hari dari sayur, buah, dan kacang-kacang.
Hindari gorengan atau junk food yang sulit dicerna. Tambahkan yoghurt untuk bakteri baik usus, seperti tempe atau susu fermentasi saat berbuka.
Berjalan kaki 10-15 menit setelah berbuka merangsang usus bekerja optimal. Coba yoga atau peregangan ringan sebelum sahur untuk hindari duduk terlalu lama.
Aktivitas ini tingkatkan metabolisme tanpa bikin lemas. Olahraga ringan seperti jalan santai efektif mencegah sembelit saat puasa.
Batasi makanan tinggi lemak seperti es krim, keju berlebih, atau daging olahan yang kurang serat. Jangan makan terburu-buru saat berbuka, kunyah perlahan porsi kecil.
Kurangi stres dengan istirahat cukup dan tarik napas dalam. Perubahan mendadak pola makan juga picu sembelit, jadi bertahap sesuaikan menu.
Jika tips alami tak mempan, coba bisacodyl atau laktulosa yang aman saat puasa. Namun, ikuti dosis kemasan. Konsultasi dokter jika sembelit kronis atau ada darah di tinja.
Obat ini merangsang usus tanpa ganggu elektrolit. Jadi, gunakan pencahar hanya sementara, prioritaskan pencegahan alami.
Awali sahur pakai kurma lalu sup sayur berkuah untuk tambah cairan. Ini mencegah usus kosong seharian dan kurangi risiko hipoglikemia.
Campur sereal gandum dengan yogurt dan buah untuk serat plus probiotik. Pola ini membuat BAB tetap rutin, meski jadwal makan bergeser.
Puasa Ramadan 2026 sebentar lagi. Jadi, persiapkan pencernaan agar ibadah maksimal. Terapkan tips ini sejak awal untuk hindari sembelit mengganggu.***