
SERAYUNEWS – Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menggelar seminar bertajuk “Cerdas Finansial di Era Pajak Digital” pada 23 April 2026 di Aula Lantai 4 Kantor UT Purwokerto. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono sebagai narasumber utama dan dibuka langsung oleh Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si. Seminar ini menyasar mahasiswa serta masyarakat umum dengan tujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan sekaligus kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan regulasi perpajakan digital.
Dalam sambutannya, Direktur UT Purwokerto menegaskan pentingnya pembaruan pengetahuan di tengah laju perkembangan teknologi yang kian pesat. Ia menilai, kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar mahasiswa tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan.
“Pengetahuan apa yang harus kita update, termasuk tema pada hari ini yang luar biasa gitu ya, terkait dengan bagaimana kita itu bisa cerdas finansial di era digital yang saat ini perkembangan teknologi sangat luar biasa. Kemajuannya sangat Sehingga kalau kita tidak beradaptasi terhadap pengetahuan perkembangan teknologi, kita akan terlindar.” jelasnya.
Ia juga menyoroti banyaknya perubahan dalam regulasi perpajakan yang perlu dipahami sejak dini oleh mahasiswa. Menurutnya, pemahaman ini penting agar generasi muda mampu mengelola keuangan secara bijak dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Dr. Prasetyarti menekankan bahwa mahasiswa perlu terus meningkatkan keterampilan dan memperbarui cara berpikir agar mampu mengikuti dinamika perkembangan zaman. Sistem pembelajaran yang fleksibel di UT, menurutnya, justru menuntut kemandirian belajar yang lebih tinggi.
“Termasuk juga banyak sekali perubahan-perubahan terkait dengan aturan pajak. Kemudian ee kenapa kita mengambil tema itu? Karena manajemen keuangan bagi mahasiswa itu juga sangat penting.” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa sikap pasif dalam belajar akan membuat mahasiswa tertinggal, terutama dalam konteks pendidikan terbuka seperti di UT.
“Kemudian mahasiswa perlu skill gitu ya. Update terus perkembangan saat ini. Kemudian ubah mindset pola berpikirnya sekarang sudah sangat jauh. Kalau kita hanya diam, duduk mengikuti, apalagi kuliah di UT kalau tidak ada inisiatif inovatif, kita akan ketinggalan informasi.” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan bahwa transformasi Universitas Terbuka menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) membawa konsekuensi terhadap peningkatan standar kualitas lulusan. Mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil optimal melalui penguatan kompetensi dan kemandirian belajar.
Selain itu, UT Purwokerto juga mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi di wilayah Purwokerto sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring pendidikan yang inklusif. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem akademik yang adaptif terhadap perubahan global.
Seminar ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan finansial, tetapi juga menanamkan perspektif baru tentang peran mahasiswa di masa depan. Mereka didorong untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
“Jadi mahasiswa nanti harus mempersiapkan ke depan kita saat ini juga tidak hanya sebagai agen perubahan, tidak hanya sebagai pencari kerja tapi juga harus menciptakan pencipta peluang kerja itu yang harus kita persiapkan dari sekarang.” tutup Dr. Prasetyarti dalam sambutannya.
Melalui kegiatan ini, UT Purwokerto berharap dapat melahirkan generasi yang cerdas secara finansial, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kemampuan inovatif dalam menciptakan peluang di tengah tantangan era digital.***