Jumat, 24 September 2021

Setelah Latihan 2 Tahun, 143 Pendekar PSHT Banjarnegara Jalani Pendadaran

Para pendekar pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). (Maul)

Setelah menjalani berbagai tahapan latihan selama 2 hingga 3 tahun, 143 pendekar pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjalani ujian materi atau pendadaran pada Minggu (25/7/2021). Hal ini dilakukan sebagai satu tahapan sebelum mereka disahkan sebagai warga PSHT.


Banjarnegara, serayunews.com

Ujian materi bagi calon warga yang sudah menjalani proses latihan ini dilakukan serentak pada lima titik yang ada. Hal ini dilakukan karena saat ini Banjarnegara masih memasuki masa PPKM.

“Kita pecah di lima titik, yakni di Lapangan Klampok, Lapangan Desa Merden Kecamatan Purwanegara, Lapangan Ponjen, Kecamatan Pagedongan, Lapangan Desa Wanakarsa, Kecamatan Wanadadi, dan Lapangan Pejawaran,” kata Ketua Cabang PSHT Banjarnegara Bayu Mahendra.

Menurutnya, pemecahan lokasi ujian pendadaran ini dilakukan untuk mencegah kerumunan sesuai dengan anjuran pemerintah selama masa PPKM. Ujian pendadaran ini merupakan satu tahapan yang harus dilakukan sebelum mereka disahkan sebagai warga PSHT.

“Ada beberapa tahapan sebelum pengesahan, seperti ujian kenaikan sabuk dan lainnya, rata-rata mereka yang akan disahkan sudah menjalani latihan selama 2 hingga 3 tahun. Puncak acara pengesahan anggota ini sendiri akan dilakukan pada 21 Agustus mendatang,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah peserta yang mengikuti pendadaran atau ujian akhir ini mengalami peningkatan. Pada tahun sebelumnya hanya 82 peserta, sementara saat ini mencapai 143 peserta yang tersebar di beberapa padepokan PSHT yang ada di Banjarnegara.

Sementara itu, Ketua KONI Banjarnegara Nurohman Ahong mengatakan, sebagai sebuah organisasi bela diri harus terus berkembang demi membina atlet yang siap untu meraih prestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa. Tidak hanya itu, pengembangan organisasi juga membutuhkan jiwa korsa yang tinggi, sehingga akan lahir persaudaraan yang kuat dan rasa memiliki organisasi.

“PSHT ini termasuk perguruan beladiri yang cukup besar di Banjarnegara, bahkan di bawah naungan IPSI Banjarnegara, PSHT ini juga ikut menyumbangkan atletnya di PON Papua atas nana Triana Ragil,” ujarnya.

Dengan organisasi yang kuat, ke depan PSHT juga harus bisa melahirkan atlet yang berkualitas demi mengharumkan nama Banjarnegara di kancah regional, nasional atau bahkan internasional.

Berita Terkait

Berita Terkini