
SERAYUNEWS- Persija Jakarta resmi membuka babak baru menjelang musim 2026/2027 dengan menunjuk Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sebagai Pelatih Kepala Persija Jakarta menggantikan Mauricio Souza.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026). Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia itu menjadi langkah strategis Macan Kemayoran untuk membangun tim yang lebih kompetitif sekaligus mengakhiri puasa gelar yang berlangsung sejak 2018.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa keputusan menunjuk Shin Tae-yong dilakukan setelah melalui proses evaluasi dan seleksi yang mendalam.
Menurutnya, pelatih asal Korea Selatan tersebut memiliki kombinasi pengalaman, kompetensi, serta visi yang sejalan dengan arah pembangunan klub dalam beberapa tahun ke depan.
Melansir berbagai sumber berikut Serayunews sajikan ulasan selengkapnya:
Salah satu pertanyaan yang paling banyak dibicarakan suporter setelah pengumuman resmi adalah durasi kerja sama antara Persija dan Shin Tae-yong.
Mohamad Prapanca memastikan bahwa Persija memberikan kontrak jangka panjang selama tiga tahun kepada pelatih berusia 57 tahun tersebut.
Durasi kontrak itu bukan sekadar untuk mengejar prestasi instan, tetapi juga bagian dari proyek pembangunan klub secara menyeluruh, termasuk pengembangan pemain muda dan pembentukan fondasi tim yang kuat.
“Kami ingin Coach Shin terlibat dalam pengembangan infrastruktur sepak bola Persija, termasuk pembinaan pemain muda dan percepatan pembangunan tim dalam tiga tahun ke depan,” ujar Prapanca.
Dengan kontrak hingga 2029, Persija menunjukkan komitmen serius untuk membangun proyek jangka panjang bersama salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Meski tidak menyebut target spesifik berupa jumlah trofi, manajemen Persija secara terbuka menaruh harapan besar agar Shin Tae-yong mampu membawa Macan Kemayoran kembali menjadi juara.
Target tersebut muncul setelah Persija gagal meraih gelar pada musim 2025/2026. Saat itu, tim hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen akhir Super League Indonesia dengan 71 poin, berada di bawah Persib Bandung sebagai juara dan Borneo FC di posisi runner-up.
Prapanca optimistis target juara dapat diwujudkan karena Shin Tae-yong sudah mengenal banyak pemain Persija yang sebelumnya pernah berada di bawah arahannya saat menangani Timnas Indonesia.
Beberapa nama yang disebut memiliki hubungan kerja yang kuat dengan Shin antara lain Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.
Manajemen percaya faktor tersebut akan mempercepat proses adaptasi dan implementasi strategi di dalam tim.
Dalam perkenalan resminya, Shin Tae-yong mengaku sangat antusias menerima tantangan baru bersama Persija.
Ia menilai Persija sebagai salah satu klub terbesar dan terbaik di Indonesia. Pengalamannya selama lima tahun melatih Timnas Indonesia membuatnya cukup memahami kultur sepak bola nasional maupun karakter Persija.
“Saya paling mengenal Persija. Menurut saya Persija adalah salah satu tim terbaik di Indonesia,” ujar Shin.
Mengenai target, mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu menegaskan fokus utamanya adalah memberikan prestasi terbaik sekaligus menyajikan permainan yang menarik bagi Jakmania.
Ia berjanji akan bekerja maksimal bersama para pemain untuk membawa Persija bersaing di papan atas hingga menjadi kandidat kuat juara.
“Saya ingin meraih prestasi terbaik. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar suporter bisa melihat permainan terbaik Persija. Jika pemain, pelatih, dan klub bisa bersatu, kami akan menunjukkan mentalitas kuat dan semangat berjuang untuk tim,” katanya.
Kepercayaan Persija kepada Shin Tae-yong tidak lepas dari catatan prestasinya di level klub maupun tim nasional.
Saat menangani Seongnam Ilhwa Chunma, ia sukses mempersembahkan gelar Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011.
Di level internasional, Shin pernah membawa Tim Nasional Korea Selatan tampil di Piala Dunia FIFA 2018 dan mencatat kemenangan bersejarah atas Jerman pada fase grup.
Sementara bersama Tim Nasional Indonesia, ia sukses mencatat sejumlah pencapaian penting, seperti:
1. Runner-up Piala AFF 2020.
2. Medali perunggu SEA Games 2021.
3. Lolos ke Piala Asia U-20 2023.
4. Mengantarkan Indonesia ke babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya.
5. Membawa Indonesia menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
6. Meningkatkan peringkat FIFA Timnas Indonesia secara signifikan.
Prestasi tersebut menjadi modal kuat bagi Persija untuk menaruh harapan besar kepada sang pelatih.
Selain mengejar gelar, Persija juga menilai Shin Tae-yong memiliki kemampuan istimewa dalam mengembangkan pemain muda.
Aspek ini dinilai sangat penting karena Persija selama ini dikenal sebagai klub yang rutin melahirkan talenta berbakat dari akademi dan kelompok usia muda.
Kombinasi antara target juara dan pembangunan generasi masa depan menjadi alasan utama mengapa Persija memberikan kontrak jangka panjang kepada Shin Tae-yong.
Dengan dukungan penuh Jakmania, manajemen berharap era baru bersama pelatih asal Korea Selatan tersebut mampu mengembalikan Persija ke puncak sepak bola Indonesia.
– Jabatan: Pelatih Kepala Persija Jakarta.
– Durasi kontrak: 3 tahun.
– Target utama: Membawa Persija kembali menjadi juara.
– Menggantikan: Mauricio Souza.
– Diperkenalkan: 8 Juni 2026 di Jakarta International Stadium (JIS).
– Fokus tambahan: Pengembangan pemain muda dan pembangunan sistem tim jangka panjang.
– Musim pertama: Super League Indonesia 2026/2027.