
SERAYUNEWS- Kedatangan Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija Jakarta tidak hanya membawa harapan terhadap peningkatan prestasi tim di kompetisi musim 2026/27.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu juga memastikan bahwa pengembangan pemain muda akan tetap menjadi salah satu fondasi utama dalam proyek jangka panjang Macan Kemayoran.
Komitmen tersebut disampaikan Shin Tae-yong saat memperkenalkan visi dan arah pembangunan tim bersama Persija.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai regenerasi pemain merupakan aspek penting yang tidak bisa dipisahkan dari kemajuan sebuah klub maupun perkembangan sepak bola nasional.
Menurut Shin, Indonesia memiliki banyak talenta muda berkualitas yang membutuhkan kesempatan untuk berkembang.
Karena itu, klub-klub profesional harus berani memberikan ruang dan menit bermain kepada pemain muda agar mereka dapat meningkatkan kualitas serta pengalaman bertanding.
“Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia. Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir bahwa kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda,” ujar Shin Tae-yong dikutip dari laman I-League.
Shin menegaskan bahwa proses pembinaan pemain muda tidak cukup hanya melalui latihan rutin. Menurutnya, pertandingan kompetitif merupakan sarana terbaik bagi pemain untuk mengasah kemampuan teknis, mental, hingga pengambilan keputusan di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa banyak pemain muda memiliki potensi besar, tetapi perkembangan mereka akan berjalan lambat jika tidak mendapatkan kesempatan tampil secara reguler dalam pertandingan resmi.
“Tentu saja hal itu bisa berubah tergantung situasi. Namun, saya selalu berpikir bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung. Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa maju. Saya selalu memegang prinsip itu,” kata Shin.
Filosofi tersebut bukan hal baru dalam perjalanan karier kepelatihannya. Saat menangani Timnas Indonesia selama lima tahun, Shin dikenal berani memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil di level internasional.
Beberapa pemain yang kini menjadi tulang punggung tim nasional mendapatkan pengalaman berharga berkat kepercayaan yang diberikan oleh pelatih berusia 56 tahun tersebut.
Pandangan Shin Tae-yong dinilai sejalan dengan arah pembangunan Persija Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Klub ibu kota tersebut dikenal konsisten memberikan kesempatan kepada pemain binaan akademi untuk berkembang hingga menembus tim utama.
Persija tidak hanya fokus membangun tim yang kompetitif untuk meraih prestasi jangka pendek, tetapi juga terus menyiapkan fondasi masa depan melalui pembinaan usia muda yang berkelanjutan.
Pada musim BRI Super League 2025/26, Persija memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Lima pemain muda yang mendapat kesempatan tampil bersama tim utama adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.
Keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda tersebut menjadi bukti bahwa Persija serius menjalankan program regenerasi yang telah dirancang sejak beberapa musim terakhir.
Salah satu kekuatan Persija dalam mencetak pemain muda berkualitas berasal dari sistem pembinaan yang dijalankan melalui Elite Pro Academy (EPA).
Akademi tersebut menjadi jalur utama bagi talenta muda untuk berkembang sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di level profesional.
Dalam lima musim terakhir, Persija berhasil mempromosikan banyak pemain hasil pembinaan internal ke tim utama.
Data klub menunjukkan bahwa sebanyak 23 pemain jebolan Elite Pro Academy Persija telah menjalani debut profesional bersama Macan Kemayoran.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan sistem pembinaan yang dibangun klub. Tidak banyak tim di Indonesia yang mampu secara konsisten mengorbitkan pemain muda ke level profesional dalam jumlah besar.
Dengan hadirnya Shin Tae-yong yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pemain muda, peluang bagi talenta-talenta akademi Persija untuk mendapatkan kesempatan bermain diperkirakan akan semakin terbuka.
Selain membawa target prestasi, Shin juga ingin membangun fondasi jangka panjang yang mampu menjaga daya saing Persija dalam beberapa musim ke depan.
Ia percaya bahwa kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda menjadi formula ideal untuk menciptakan tim yang kuat dan berkelanjutan.
Kehadiran pemain muda yang terus berkembang juga dinilai penting untuk menjaga identitas klub sekaligus menciptakan regenerasi yang sehat di dalam skuat.
Dengan pengalaman panjang menangani pemain muda di Korea Selatan maupun Indonesia, Shin diyakini mampu membantu Persija melahirkan generasi baru pemain berkualitas yang dapat bersaing di level nasional maupun internasional.
Musim 2026/27 pun menjadi awal dari era baru Persija Jakarta. Tidak hanya berburu prestasi di lapangan, Macan Kemayoran juga berupaya memperkuat fondasi masa depan melalui pembinaan pemain muda yang berkelanjutan di bawah arahan Shin Tae-yong.
· Shin Tae-yong menegaskan pemain muda harus mendapatkan menit bermain yang cukup.
· Persija memberi kesempatan kepada lima pemain muda tampil di BRI Super League 2025/26.
· Sebanyak 23 lulusan Elite Pro Academy Persija telah menjalani debut profesional dalam lima musim terakhir.
· Pengembangan pemain muda menjadi salah satu visi yang sejalan antara Shin Tae-yong dan manajemen Persija.
· Regenerasi tim menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Macan Kemayoran.
Komitmen Persija dalam pengembangan pemain binaan sendiri juga tercermin dari konsistensi promosi lulusan Elite Pro Academy (EPA). Dalam lima musim terakhir, sebanyak 23 pemain jebolan EPA Persija telah menjalani debut profesional bersama tim utama.
Data tersebut menunjukkan bahwa jalur pembinaan internal Persija terus berjalan dan menjadi fondasi penting bagi pembangunan skuat jangka panjang.