
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Belakangan ini, media sosial ramai membicarakan akun Instagram SD Muhammadiyah Parakan. Lantas, siapa fotografer sekolah tersebut?
Berbagai unggahan yang menampilkan aktivitas para siswa berhasil mencuri perhatian warganet karena tampil berbeda dari konten sekolah pada umumnya.
Feed Instagram sekolah tersebut dipenuhi foto-foto estetik dengan komposisi yang rapi, pencahayaan yang menarik, serta ekspresi alami para siswa.
Tak sedikit pengguna media sosial yang memuji kualitas visualnya dan menyebut hasil jepretan itu setara dengan pemotretan profesional.
Di balik viralnya konten tersebut ternyata ada sosok seorang guru yang memiliki kecintaan besar terhadap dunia fotografi.
Ia adalah Muhammad Arfian Hariz, guru Pendidikan Agama Islam yang berhasil membawa nama SD Muhammadiyah Parakan semakin dikenal luas melalui karya-karya visualnya.
Muhammad Arfian Hariz bukanlah fotografer profesional yang bekerja penuh waktu di industri kreatif.
Ia adalah seorang guru yang setiap hari mengajar di SD Muhammadiyah Parakan, tetapi juga memiliki hobi dan kemampuan fotografi yang terus diasah.
Baginya, kamera bukan sekadar alat dokumentasi. Kamera telah menjadi bagian dari kesehariannya saat berada di lingkungan sekolah.
“Saya ngajar bawa kamera. Ada kegiatan bawa kamera. Saya dan kamera itu seperti janji sahabat,” kata Guru Pendidikan Agama Islam itu.
Kedekatan tersebut membuat Arfian hampir tidak pernah melewatkan momen-momen menarik di sekolah.
Mulai dari kegiatan belajar di kelas, bermain di halaman sekolah, hingga berbagai acara lainnya, semuanya menjadi peluang untuk menghasilkan foto yang memiliki cerita.
Hasilnya pun terlihat nyata. Feed Instagram @sdmuhammadiyahparakan kini dikenal luas dan mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat.
Kesuksesan akun Instagram SD Muhammadiyah Parakan tidak datang secara instan.
Melansir dari Muhammadiyah.or.id, menurut Arfian, ia memang sengaja menghadirkan konsep fotografi yang berbeda dari dokumentasi sekolah pada umumnya.
Baginya, fotografi kreatif bukan sekadar mengambil gambar sebagai arsip kegiatan.
“Fotografi kreatif adalah seni memotret yang melampaui dokimentasi biasa. Untuk mengekspresikan visi, ide, dan emosi fotografer secara unik,” imbuhnya melansir dari muhammadiyah.or.id pada Selasa, 14 Juli 2026.
Pendekatan tersebut membuat setiap foto terasa hidup. Anak-anak tidak selalu diposisikan secara formal di depan kamera, tetapi dibiarkan berekspresi secara natural sehingga menghasilkan visual yang lebih emosional.
Tak heran jika unggahan-unggahan sekolah tersebut berkali-kali masuk linimasa media sosial dan mendapat ribuan respons positif.
Dalam Workshop Fotografi Kreatif yang diselenggarakan oleh Media Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, pada 12 November 2025, Arfian membagikan filosofi yang selama ini menjadi pegangan saat memotret.
Melansir dari Muhammadiyah.or.id, ia menjelaskan terdapat empat konsep utama dalam fotografi kreatif. Apa saja? Berikut informasinya:
1. Foto Harus Menyampaikan Visi
Menurut Arfian, setiap foto harus mampu mewakili gagasan yang ingin disampaikan fotografer.
“Fotografi kreatif adalah cara untuk mewujudkan ide yang ada di kepala fotografer dan menyampaikannya kepada penonton,” jelasnya.
Artinya, foto bukan hanya soal objek yang dipotret, tetapi juga pesan yang ingin dibangun.
2. Lebih dari Sekadar Dokumentasi
Arfian menilai sebuah foto seharusnya mampu menghadirkan cerita.
Tujuannya bukan hanya merekam kegiatan sekolah, melainkan menciptakan gambar yang dapat memancing emosi, rasa ingin tahu, maupun pemikiran dari orang yang melihatnya.
Pendekatan storytelling inilah yang membuat banyak unggahan SD Muhammadiyah Parakan terasa berbeda dibandingkan dokumentasi sekolah pada umumnya.
3. Berani Bereksperimen
Fotografi kreatif juga membutuhkan keberanian untuk mencoba berbagai teknik.
“Ketiga, fotografer dapat bereksperimen dengan berbagai elemen fotografi seperti bentuk, warna, cahaya bayangan, dan tekstur untuk menciptakan sesuatu yang baru dan mengesankan,” imbuhnya.
Eksperimen tersebut terlihat dari pemilihan sudut pengambilan gambar, permainan cahaya, hingga komposisi visual yang membuat foto tampak sinematik.
4. Memiliki Sudut Pandang yang Unik
Konsep terakhir adalah kemampuan melihat keindahan dari aktivitas sederhana.
“Kemampuan untuk melihat potensi estetika dalam situasi sehari-hari dan mengubahnya menjadi karya senl yang menarik adalah ciri utamanya.”
Bagi Arfian, sekolah merupakan tempat yang penuh momen berharga. Tinggal bagaimana fotografer mampu menangkapnya dari sudut pandang yang berbeda.***