
SERAYUNEWS – Siapa pemilik taksi Green SM? Layanan transportasi berbasis kendaraan listrik semakin berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Salah satu yang belakangan menjadi sorotan adalah Green SM, layanan taksi listrik yang dikenal mengusung konsep ramah lingkungan dan teknologi modern.
Green SM merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan yang bergerak di sektor mobilitas berbasis energi bersih.
Kehadiran layanan ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi emisi karbon sekaligus menghadirkan alternatif transportasi yang lebih efisien di perkotaan.
Sejak diluncurkan, Green SM fokus pada layanan taksi listrik, pemesanan kendaraan, hingga penyewaan mobil dan sepeda motor listrik.
Dengan konsep tersebut, perusahaan ini mencoba menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih berkelanjutan.
Nama Green SM menjadi perhatian publik setelah terlibat dalam insiden kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula ketika sebuah mobil listrik yang diduga milik layanan tersebut mengalami gangguan di perlintasan rel.
Saat itu, sebuah rangkaian KRL Commuter Line tengah berhenti di stasiun. Namun, secara tiba-tiba kereta jarak jauh yang datang dari arah belakang menabrak rangkaian tersebut. Benturan keras tidak dapat dihindari dan menyebabkan kepanikan di antara para penumpang.
Salah satu saksi menyebutkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Posisi kendaraan yang berada di perlintasan rel diduga menjadi pemicu terganggunya perjalanan kereta, hingga akhirnya berujung pada kecelakaan.
Pihak Green SM sendiri menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses investigasi.
Selain itu, Green SM juga menyampaikan bahwa mereka akan terus meningkatkan standar operasional dan pengawasan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Di balik Green SM, terdapat sosok pengusaha besar asal Vietnam, Phạm Nhật Vượng. Ia dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin Vingroup, salah satu konglomerasi terbesar di Vietnam yang memiliki berbagai lini bisnis.
Melalui Vingroup, Phạm Nhật Vượng mengembangkan berbagai sektor, mulai dari properti, teknologi, layanan kesehatan, hingga industri otomotif melalui merek kendaraan listrik VinFast. Dari sinilah lahir inisiatif untuk menghadirkan layanan transportasi berbasis listrik yang kemudian dikenal sebagai Green SM.
Green SM resmi diluncurkan pada 6 Maret 2023 sebagai bagian dari ekspansi bisnis Vingroup di sektor mobilitas ramah lingkungan.
Dalam pengembangannya, Phạm Nhật Vượng disebut memberikan dukungan modal besar, sehingga memiliki peran penting dalam arah dan strategi perusahaan.
Kesuksesan bisnisnya tidak datang secara instan. Bersama istrinya, Phạm Thu Hương, ia memulai usaha dari nol di Ukraina pada awal 1990-an
. Dari bisnis makanan, mereka kemudian berkembang hingga membangun kerajaan bisnis yang kini dikenal luas di Asia Tenggara.
Demikian informasi tentang siapa pemilik taksi Green SM yang terlibat kecelakan kereta api di stasiun Bekasi Timur.***