
SERAYUNEWS-Jalur pendakian lingkar Gunung Slamet yang sempat ditutup akan kembali dibuka mulai 10 Juni 2026. Masing-masing melalui jalur Bambangan, Permadi Guci dan Trek Baturraden. Kendati demikian pembukaan dilakukan secara terbatas dengan batas aman radius 3 kilometer dari puncak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Haprindiat, kepada serayunews.com, Senin (8/6/2026) mengatakan pembukaan jalur pendakian dilakukan terbatas, sesuai dengan rekomendasi Badan Geologi.
“Kegiatan pendakian secara terbatas adalah kegiatan pendakian yang dilaksanakan sampai batas aman radius 2 Kilometer dari kawah Gunung Slamet sebagaimana dimaksud dalam Laporan Khusus Badan Geologi Nomor : 956.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 3 Juni 2026 perihal Perubahan Jarak Rekomendasi Gunung Slamet,” ungkapnya.
Petugas Posko Pendakian Gunung Slamet Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Syaiful Amin dalam kesempatan terpisah mengatakan, dalam pelaksanaan pelayanan kegiatan pendakian, pengelola basecamp wajib memasang rambu batas aman dan penanda jalur evakuasi. Selanjutnya wajib membuat papan informasi yang jelas mengenai pembukaan pendakian secara terbatas. “Pengelola basecamp wajib menyediakan form Surat Pernyataan Pendaki. Pengelola basecamp wajib memberlakukan prosedur penyerahan Surat Pernyataan bermeterai dari calon pendaki kepada pengelola basecamp, serta pengelola basecamp wajib menerapkan safety briefing bagi tiap pendaki sebelum melaksanakan pendakian,” ujarnya.
Aktifitas pendakian Gunung Slamet yang melanggar batas aman sebagaimana dimaksud Laporan Badan Geologi Nomor : 956.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 3 Juni 2026 perihal Perubahan Jarak Rekomendasi Gunung Slamet, merupakan tanggung jawab pribadi pendaki.
“Dalam hal dipandang terjadi keadaan darurat yang dapat membahayakan masyarakat umum, maka kegiatan pendakian Gunung Slamet pada Jalur Bambangan, Jalur Permadi Guci, dan Jalur Trek Baturraden sewaktu-waktu dapat kami kembali ditutup,” imbuhnya.
Sebelumnya jalur pendakian Gunung Slamet ditutup mulai Sabtu (4/4/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul suhu kawah Gunung Slamet kembali mengalami peningkatan. Data yang diperoleh saat itu menunjukkan suhu di 463 derajat celcius, mengalami kenaikan 10 derajat
Terletak di Lima Kabupaten
Gunung api Slamet adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncaknya 3432 mdpl. Secara administratif terletak dalam lima kabupaten, yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis berada pada posisi 7° 14.30′ LS dan 109° 12.30′ BT. Gunungapi Slamet dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) yang berada di Desa Gambuhan, Gajah Nguling, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.