
SERAYUNEWS – Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul konten yang dibuat oleh Pesulap Merah atau Marcel Radhival.
Dalam penelusurannya ke kawasan Keraton Gunung Kawi, sejumlah nama artis hingga tokoh publik disebut pernah datang ke lokasi yang dikenal sebagai salah satu tempat spiritual di Pulau Jawa tersebut.
Munculnya nama-nama figur publik membuat masyarakat bertanya-tanya, siapa saja artis yang pernah datang ke Gunung Kawi dan apakah benar mereka melakukan ritual tertentu.
Di sisi lain, beberapa pihak juga memberikan klarifikasi bahwa kedatangan mereka tidak selalu berkaitan dengan praktik pesugihan maupun ritual mencari kekayaan.
Perlu dipahami bahwa hingga saat ini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan bahwa para artis tersebut melakukan praktik pesugihan. Sebagian informasi berasal dari penuturan juru kunci dan cerita yang berkembang di masyarakat.
Nama Gunung Kawi kembali ramai diperbincangkan setelah Pesulap Merah melakukan penelusuran langsung ke lokasi.
Dalam video yang beredar di media sosial, Marcel mewawancarai juru kunci setempat untuk mencari tahu mengenai berbagai mitos yang selama ini berkembang.
Banyak masyarakat selama ini mengaitkan Gunung Kawi dengan praktik pesugihan. Namun, menurut penjelasan yang disampaikan oleh juru kunci, tempat tersebut lebih dikenal sebagai lokasi ritual kejawen dan tempat berdoa bagi sebagian masyarakat.
Marcel sendiri menyebut kedatangannya dilakukan untuk menjawab rasa penasaran publik mengenai berbagai cerita yang telah lama beredar.
Gunung Kawi merupakan salah satu kawasan spiritual yang cukup terkenal di Jawa Timur. Banyak peziarah datang untuk berdoa, berziarah, atau menjalankan tradisi sesuai keyakinan masing-masing.
Sebagian masyarakat Jawa memandang lokasi ini sebagai tempat yang sakral karena adanya makam tokoh-tokoh yang dihormati. Oleh karena itu, tidak sedikit pengunjung yang datang untuk memanjatkan doa, mencari ketenangan batin, atau menjalankan tradisi budaya.
Para pengunjung juga kerap membawa bunga dan dupa sebagai bagian dari tradisi kejawen. Praktik tersebut dipahami sebagai simbol penghormatan dan sarana berdoa kepada Tuhan menurut keyakinan masing-masing.
Dalam wawancara yang dilakukan Pesulap Merah dengan juru kunci, beberapa nama figur publik disebut pernah berkunjung ke Gunung Kawi.
Nama yang paling banyak menjadi perhatian adalah Sarwendah. Juru kunci menyebut bahwa Sarwendah pernah datang ke kawasan tersebut.
Namun, Sarwendah kemudian memberikan klarifikasi bahwa kedatangannya berkaitan dengan pekerjaan dan kegiatan syuting, bukan untuk melakukan ritual pesugihan.
Selain Sarwendah, juru kunci juga menyebut nama penyanyi era lama seperti Ice Trisnawati, Eddy Sud, serta Pance Pondaag.
Dalam sejumlah pemberitaan lain, terdapat pula penyebutan inisial beberapa artis senior. Namun identitas mereka tidak pernah dijelaskan secara terbuka sehingga masih berada dalam ranah spekulasi.
Karena itu, informasi mengenai figur publik yang pernah datang ke Gunung Kawi sebaiknya dipahami sebagai pengakuan atau cerita yang disampaikan oleh pihak tertentu dan bukan sebagai fakta bahwa mereka melakukan ritual tertentu.
Selama bertahun-tahun, Gunung Kawi sering dikaitkan dengan cerita pesugihan dan praktik mencari kekayaan instan. Namun kenyataannya, banyak pengunjung datang untuk tujuan yang berbeda.
Sebagian orang melakukan ziarah, sebagian lainnya mempelajari budaya lokal, berwisata religi, atau sekadar melihat langsung kawasan yang memiliki nilai sejarah tersebut.
Karena itu, kehadiran seorang artis atau tokoh publik di Gunung Kawi tidak dapat langsung diartikan sebagai bagian dari ritual tertentu. Setiap individu bisa memiliki tujuan yang berbeda ketika mengunjungi tempat tersebut.
Masyarakat diharapkan dapat membedakan antara informasi yang sudah terkonfirmasi dengan rumor yang berkembang di media sosial agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap figur publik yang namanya disebut.***