Sabtu, 2 Juli 2022

Solar Home System, Sinergi Pertamina Wujudkan Petani Mandiri Energi di Cilacap

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, bersinergi dengan Pertamina Foundation (PF) dan Politeknik Negeri Cilacap (PNC). Sinergi itu mewujudkan petani mandiri energi, melalui teknologi Solar Home System (SHS) bagi petani di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Teknologi yang sepenuhnya memanfaatkan tenaga surya menjadi energi listrik ini, untuk menjalankan pompa air tanah saat pengairan.


Cilacap, serayunews.com

Simbolis penyerahan teknologi ini oleh Direktur Keuangan Pertamina Foundation, Medianto T. Hermawan, kepada perwakilan kelompok tani setempat. Turun menyaksikan adalah VP Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan dan Olahraga Pertamina, Abdul Aziz; Area Manager Commrel & CSR PT KPI RU IV, Cecep Supriyatna; Direktur PNC, Aris Tjahyanto dan Kades Kalijaran, Sudarsono, Rabu, (15/6/2022).

Baca juga  Ratusan Pelanggar Lalu Lintas di Cilacap Tertangkap Kamera ELTE 

Abdul Aziz, mengapresiasi pengembangan teknologi energi baru terbarukan (EBT) oleh PNC dan penerapannya di wilayah kerja PT KPI RU IV Cilacap.

“Sehingga bisa menjadi sinergi yang saling menguntungkan. Menjadi dukungan untuk Proper & CSR PT KPI RU IV. Mendukung program pengabdian masyarakat kampus PNC dan masyarakat jelas merasakan manfaatnya,” katanya.

Sementara Medianto mengungkapkan, teknologi SHS rancangan tim PNC merupakan salah satu teknologi pemenang dari kompetisi inovasi teknologi berbasis EBT dari Program PFSains 2022.

“Kompetisi oleh Pertamina Foundation ini, bertujuan untuk mengapresiasi para praktisi energi yang concern dalam mengembangkan dan atau menciptakan inovasi teknologi berbasis energi bersih yang terjangkau oleh semua kalangan,” jelas Medianto.

Baca juga  Antisipasi Penyebaran PMK di Cilacap, Pasar Hewan Tetap Buka Tapi Sapi Jawa Timur Dilarang Masuk

Senada Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU IV, Cecep Supriyatna, mendukung sepenuhnya kehadiran teknologi EBT di area persawahan Desa Kailjaran.

“Sejalan dengan komitmen kami yang juga mengembangkan EBT. Teknologi ini sangat terbuka peluang untuk dikembangkan di wilayah lain yang memiliki karakter persawahan yang sama,” katanya.

Ramah Lingkungan

Afrizal Abdi Musyafiq selaku Ketua Tim 14 Program PFSains 2022 PNC memberikan keterangannya. Afrizal mengatakan, SHS merupakan teknologi yang dapat mengubah intensitas cahaya matahari menjadi energi listrik untuk menjalankan pompa air tanah sebagai pengairan.

Baca juga  Populer di Serayunews, dari Berita Bos Edi sampai Update Tol Jogja-Cilacap

“Debit air dari pompa ini mencapai 10 ribu liter. Kelebihan SHS dapat menghasilkan kualitas air yang baik serta ramah lingkungan karena menghasilan air yang akan kembali ke tanah. Sehingga, tidak mengurangi pasokan air tanah,” ungkapnya.

Teknologi ini juga dapat bertahan hingga 10 tahun dengan baterai yang juga dapat bertahan selama 8-10 tahun.

“Di sisi lain, teknologi ini masih memerlukan pengembangan lebih lanjut dalam hal keamanan yaitu dengan penambahan hazard system,” pungkas Afrizal.

Berita Terkait

Berita Terkini