
SERAYUNEWS — Di jalur selatan Jawa yang sibuk namun kerap luput dari sorotan, Stasiun Sidareja diam-diam memainkan peran penting. Bagi masyarakat Cilacap bagian barat, stasiun ini bukan sekadar tempat naik turun penumpang, melainkan gerbang mobilitas menuju kota-kota besar hingga destinasi wisata populer.
Berlokasi di Desa Sidamulya, Kecamatan Sidareja, stasiun kelas I ini menjadi salah satu titik vital penghubung jalur selatan. Setiap harinya, sekitar 20 perjalanan kereta api jarak jauh melintas dan berhenti di sini—membawa penumpang menuju Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menyebut keberadaan stasiun ini memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan lintas kota.
Tak hanya soal konektivitas, faktor tarif juga menjadi daya tarik utama. Dari Sidareja, masyarakat bisa menuju Jakarta menggunakan KA Serayu dengan harga mulai Rp63 ribu. Sementara ke Bandung, tersedia KA Kutojaya Selatan dengan tarif mulai Rp58 ribu. Bahkan, KA Kahuripan membuka akses lebih jauh hingga Jawa Timur seperti Blitar dan Kediri dengan harga yang tetap ramah di kantong.
“Tarif terjangkau ini merupakan bagian dari skema Public Service Obligation (PSO), yakni subsidi transportasi dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Keunggulan lain yang jarang disadari adalah posisinya yang dekat dengan kawasan wisata. Dari Stasiun Sidareja, Pantai Pangandaran hanya berjarak sekitar 37 kilometer. Perjalanan bisa dilanjutkan dengan ojek atau angkutan umum, menjadikan stasiun ini pintu alternatif menuju pesisir selatan Jawa Barat.
Tren penggunaan stasiun ini pun terus meningkat. Data mencatat, rata-rata penumpang bulanan naik dari 19.489 orang pada 2023 menjadi 24.652 pada 2024, lalu 25.909 pada 2025, dan hingga Maret 2026 telah mencapai 29.225 penumpang.
Angka tersebut mencerminkan satu hal: kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu semakin menguat.
Di tengah geliat mobilitas dan kebutuhan perjalanan yang kian dinamis, Stasiun Sidareja tak lagi sekadar titik singgah. Ia menjelma menjadi simpul strategis—menghubungkan daerah, membuka peluang, dan mendekatkan masyarakat pada berbagai tujuan, tanpa harus menguras biaya.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan agar manfaatnya semakin luas, terutama dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata dia.