
SERAYUNEWS – Proses pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menjadi tahapan penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Namun, sejumlah peserta kerap menghadapi kendala teknis, salah satunya muncul notifikasi “tahun lulus tidak valid” saat melakukan finalisasi akun.
Masalah tersebut biasanya muncul ketika peserta telah mengisi data dengan lengkap dan hendak menyimpan secara permanen.
Kondisi ini dapat menimbulkan kepanikan, terlebih jika terjadi mendekati batas waktu pendaftaran.
Oleh karena itu, peserta perlu memahami penyebab munculnya error tersebut sekaligus mengetahui langkah yang tepat untuk mengatasinya agar proses pendaftaran dapat berjalan lancar.
Notifikasi kesalahan terkait tahun kelulusan biasanya muncul karena sistem SNPMB tidak dapat memverifikasi data yang dimasukkan peserta. Hal ini berkaitan dengan integrasi sistem SNPMB dengan database nasional pendidikan seperti Dapodik, EMIS, dan Pusdatin.
Salah satu penyebab utama adalah ketidaksesuaian data tahun kelulusan antara yang diinput peserta dengan data resmi di database nasional. Jika data yang dimasukkan tidak sama dengan catatan pusat, sistem akan otomatis menolak dan menampilkan pesan error.
Selain itu, status akademik siswa yang belum diperbarui juga dapat memicu masalah ini. Misalnya, peserta masih tercatat sebagai siswa aktif pada semester tertentu, padahal seharusnya sudah berstatus lulus. Kondisi tersebut membuat sistem menganggap peserta belum memenuhi syarat kelulusan.
Kesalahan pengisian data juga menjadi faktor lain yang cukup sering terjadi. Kesalahan pengetikan angka atau pemilihan tahun kelulusan yang tidak tepat dapat membuat data tidak terbaca sebagai informasi yang valid.
Faktor teknis lainnya adalah proses sinkronisasi data yang belum selesai. Meski sekolah telah memperbarui data, sistem SNPMB memerlukan waktu untuk menarik pembaruan tersebut.
Bahkan, pada masa pendaftaran dengan jumlah pengguna tinggi, pembaruan database nasional dapat mengalami keterlambatan.
Peserta yang mengalami kendala ini tidak perlu panik karena terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut.
Langkah pertama adalah menggunakan fitur pembaruan data yang tersedia di akun SNPMB.
Peserta dapat masuk ke akun masing-masing, kemudian memilih menu “Perbarui Data”. Fitur ini berfungsi untuk menarik data terbaru dari server pusat sehingga sistem dapat membaca informasi yang sudah diperbarui.
Setelah itu, peserta disarankan untuk mencocokkan kembali tahun kelulusan dengan data resmi dari sekolah atau ijazah.
Apabila ditemukan perbedaan, sebaiknya tidak langsung melakukan finalisasi karena sistem berpotensi kembali menolak data.
Cara sederhana lain yang bisa dicoba adalah keluar dari akun lalu masuk kembali. Metode ini sering membantu sistem menampilkan data terbaru setelah proses pembaruan.
Jika kendala masih muncul, peserta dapat menghubungi operator sekolah atau guru bimbingan konseling.
Pihak sekolah memiliki akses untuk memperbarui data melalui Dapodik atau EMIS, termasuk memperbaiki status kelulusan dan data akademik lainnya.
Setelah data diperbarui, peserta disarankan menunggu sekitar 24 jam sebelum kembali memperbarui data di akun SNPMB. Waktu tunggu ini diperlukan agar sistem pusat dapat menyinkronkan informasi terbaru.
Apabila semua langkah sudah dilakukan namun error tetap muncul, peserta dapat menghubungi helpdesk resmi SNPMB untuk mendapatkan bantuan teknis lebih lanjut.
Finalisasi akun merupakan tahap wajib dalam pendaftaran SNPMB. Setelah proses ini dilakukan, seluruh data peserta akan dikunci dan tidak dapat diubah kembali. Selain itu, finalisasi menjadi penanda bahwa peserta telah resmi mengikuti proses seleksi.
Peserta yang tidak melakukan finalisasi dianggap belum menyelesaikan pendaftaran sehingga tidak dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Oleh sebab itu, pengecekan data harus dilakukan secara teliti sebelum menyimpan permanen.
Proses finalisasi dapat dilakukan dengan mengakses portal resmi SNPMB menggunakan email dan kata sandi yang telah didaftarkan.
Setelah berhasil masuk, peserta perlu memeriksa seluruh biodata, termasuk identitas diri, data sekolah, dan pilihan program studi.
Bagi peserta yang memilih program studi seni atau olahraga, unggah portofolio menjadi syarat tambahan yang wajib dipenuhi. Sementara itu, pengisian data prestasi bersifat opsional namun dapat memperkuat penilaian seleksi.
Setelah semua data dinyatakan benar, peserta dapat masuk ke menu finalisasi dan menyetujui pernyataan yang tersedia. Jika proses berhasil, sistem akan menampilkan konfirmasi bahwa data telah tersimpan permanen.
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah mengunduh kartu peserta SNPMB sebagai bukti resmi pendaftaran. Dokumen ini biasanya diperlukan pada tahap seleksi selanjutnya sehingga harus disimpan dengan baik.
Melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap data pribadi, tahun kelulusan, dan informasi sekolah menjadi langkah penting untuk menghindari kendala teknis.
Dengan memastikan seluruh data sudah sesuai, peluang pendaftaran berhasil akan semakin besar.***