
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyiapkan perhatian khusus bagi para veteran dan keluarganya. Selain mendukung kebutuhan pemakaman veteran di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sureng Yudha, Pemkab juga menyiapkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp20 juta.
Komitmen tersebut disampaikan dalam tasyakuran Hari Veteran Nasional 2026 yang digelar Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Banjarnegara di Pendapa Dipayudha Adigraha, Senin (10/8/2026).
Saat ini, LVRI Banjarnegara mencatat 178 anggota, terdiri atas 71 veteran dan 107 warakawuri.
Peringatan Hari Veteran Nasional 2026 mengusung tema “Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju”.
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Banjarnegara Sila Satriana, yang mewakili Bupati Banjarnegara, bersama jajaran Forkopimda, perwakilan OPD, organisasi kemasyarakatan, guru pendamping, serta pelajar SMA dan SMK.
Mewakili Bupati Banjarnegara, Sila menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para veteran yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurutnya, perjuangan veteran tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk merawat nilai perjuangan sekaligus memastikan para pelaku sejarah mendapatkan perhatian yang layak.
“Jika kita sebagai generasi muda tidak peduli, tidak ngopeni, dan tidak merasa bahwa kita adalah bagian dari perjuangan mereka, maka kita bisa dikatakan sebagai orang yang zalim,” katanya.
Sila mengatakan Pemkab Banjarnegara akan mendorong perangkat daerah terkait untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan LVRI.
Salah satu perhatian yang disiapkan adalah dukungan pembiayaan pemakaman veteran di TMP Sureng Yudha.
Pemkab juga mendorong penyediaan sarana pendukung, termasuk kendaraan jenazah atau ambulans yang dapat digunakan untuk membantu kebutuhan anggota veteran maupun keluarganya.
Dukungan tersebut sekaligus merespons aspirasi LVRI Banjarnegara yang sebelumnya disampaikan dalam forum peringatan Hari Veteran Nasional.
Perhatian Pemkab Banjarnegara tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pemakaman. Pemerintah juga menyiapkan program bantuan rehabilitasi RTLH senilai Rp20 juta bagi anggota LVRI maupun keluarganya yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas tempat tinggal veteran dan keluarga yang masih menghadapi keterbatasan kondisi rumah.
Program rehabilitasi rumah menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para veteran dan keluarganya.
Ketua LVRI Kabupaten Banjarnegara Ismail mengungkapkan terdapat 178 anggota yang tercatat dalam organisasi tersebut.
Jumlah tersebut terdiri atas 71 veteran yang memiliki latar perjuangan dalam berbagai penugasan, seperti PKRI, Trikora, Dwikora, Seroja, dan Misi Perdamaian.
Selain itu, terdapat 107 warakawuri yang juga menjadi bagian dari keluarga besar LVRI Banjarnegara.
Ismail menilai keberadaan veteran tidak semata-mata berbicara tentang masa lalu. Para veteran memiliki nilai sejarah dan pengalaman perjuangan yang penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Usia boleh menua, tetapi semangat juang tidak pernah mengenal batas waktu. Veteran bukan hanya pelaku sejarah, melainkan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemkab Banjarnegara.
Aspirasi tersebut antara lain fasilitasi pembiayaan pemakaman veteran di TMP Sureng Yudha serta dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas organisasi LVRI.
Pemkab Banjarnegara merespons aspirasi tersebut dengan mendorong perangkat daerah terkait untuk memfasilitasi kebutuhan yang dinilai penting bagi veteran dan keluarganya.
Selain memperhatikan aspek kesejahteraan, Pemkab Banjarnegara juga mendorong agar kisah perjuangan veteran didokumentasikan secara lebih serius.
Sila meminta instansi terkait mengembangkan dokumentasi sejarah lisan dari para veteran yang masih hidup.
Cerita dan pengalaman mereka diharapkan dapat direkam dalam bentuk visual maupun digital sehingga menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda.
Upaya tersebut dinilai penting karena tidak semua kisah perjuangan tercatat secara lengkap dalam buku sejarah. Kesaksian langsung dari para pelaku sejarah dapat menjadi warisan berharga bagi masyarakat Banjarnegara.
Ketua Panitia Hari Veteran Nasional 2026, Imam Ustaat, menjelaskan rangkaian peringatan tahun ini tidak hanya berupa tasyakuran.
Sebelumnya, LVRI Banjarnegara melaksanakan ziarah dan tabur bunga di TMP Sureng Yudha. Dalam acara tasyakuran, panitia juga memberikan tali asih kepada anggota LVRI dan warakawuri.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan melalui hibah Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) serta swadaya anggota.
Peringatan Hari Veteran Nasional yang berlangsung setiap 10 Agustus juga memiliki latar sejarah yang kuat.
Ismail menjelaskan penetapan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2014.
Tanggal tersebut merujuk pada puncak Serangan Umum Surakarta, yang dikenal sebagai Serangan Empat Hari pada 1949.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menjelang gencatan senjata.
Untuk menghidupkan kembali ingatan sejarah tersebut, tasyakuran Hari Veteran Nasional di Banjarnegara juga diisi dengan pemutaran film pendek dokumenter mengenai Pertempuran Empat Hari di Surakarta.
Peringatan Hari Veteran Nasional 2026 di Banjarnegara diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
Selain memberikan perhatian terhadap kesejahteraan veteran dan keluarga, pemerintah serta masyarakat didorong untuk menjaga kisah perjuangan mereka sebagai bagian dari sejarah daerah dan bangsa.
Nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda Banjarnegara.
Dengan 178 anggota yang tercatat di LVRI Banjarnegara, perhatian terhadap veteran bukan hanya soal penghormatan terhadap masa lalu, tetapi juga upaya menjaga nilai perjuangan agar tetap relevan bagi generasi mendatang.