
SERAYUNEWS- Pergantian tahun tidak sekadar menjadi penanda waktu, tetapi juga momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah dan menata ulang tujuan hidup agar lebih bernilai di sisi Allah SWT.
Bertepatan dengan pergantian tahun baru, teks khutbah Jumat 2 Januari 2025 yang Anda akan sajikan, bisa mengangkat tema reflektif tentang tahun baru sebagai kesempatan memperbaiki diri.
Materi Khutbah Jumat berjudul “Mari Manfaatkan Waktu dengan Baik” ini mengajak jamaah untuk menyadari bahwa setiap detik yang berlalu merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan.
Melansir laman NU Online, berikut kami sajikan rekomendasi Khutbah Jumat berjudul “Mari Manfaatkan Waktu dengan Baik” yang ditulis Abdul Karim Malik, alumni Al-Falah Ploso Kediri, pengurus LBM PCNU Kabupaten Bekasi, dan pengajar di Pondok Pesantren YAPINK Tambun-Bekasi:
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الدَّاعِي إِلَى طَاعَتِهِ، وَالْمُوَفِّقُ لِهِدَايَتِهِ، الَّذِي أَمَرَ عِبَادَهُ بِعِبَادَتِهِ، وَبَيَّنَ لَهُمْ أَحْكَامَ شَرِيعَتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ اعْتِقَادًا لِرُبُوبِيَّتِهِ، وَإِذْعَانًا لِجَلَالِهِ وَعَظَمَتِهِ وَصَمَدِيَّتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُصْطَفَى مِنْ خَلِيقَتِهِ، وَالْمُخْتَارُ الْمُجْتَبَى مِنْ بَرِيَّتِهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ الْإِنْسَانِ الْمُبَلِّغِ عَنْ رِسَالَةِ الرَّحْمٰنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ جَمِيْعًا. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Tidak terasa kita telah berada di awal tahun 2026 Masehi. Pergantian tahun akan senantiasa berulang hingga tiba hari kiamat kelak.
Hal ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita sebagai umat Islam bahwa waktu akan terus berjalan, masa akan terus berganti, dan semua itu merupakan pelajaran sekaligus bukti bahwa tidak ada sesuatu pun yang abadi di dunia ini selain Allah Ta’ala, Sang Pencipta waktu.
Oleh karena itu, sudah selayaknya kita mempersiapkan diri untuk menyongsong tahun ini dengan senantiasa berupaya melaksanakan seluruh perintah Allah Ta’ala dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya.
Sebab, hanya ketakwaanlah yang menjadi sebaik-baik bekal dalam menghadapi perjalanan waktu, terlebih ketika kelak kita menghadap kepada Allah Ta’ala pada hari kiamat. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ
Artinya, “Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Baca Juga Khutbah Jumat: Rajab, Shalat, dan Kepedulian Sosial Sebagaimana waktu yang terus berganti, kita pun harus menyadari bahwa kehidupan ini pada akhirnya akan berakhir dengan kematian.
Setelah kematian, kita akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan kita. Hal ini ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Artinya, “Bagaimana kalian dapat mengingkari Allah. Sedangkan kalian sebelumnya tidak ada, kemudian Allah menghidupkan kalian, lalu Dia mematikan kalian, selanjutnya Dia menghidupkan kalian kembali, kemudian kepada-Nya kalian dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah. Ayat 28).
Ayat tersebut dengan tegas menjelaskan keesaan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang tampak pada diri kita, yaitu melalui pergantian masa kehidupan. Manusia bermula dari ketiadaan, kemudian dilahirkan, selanjutnya dimatikan, dan kelak akan dihidupkan kembali.
Ayat ini juga menegaskan bahwa setiap makhluk Allah Ta’ala memiliki batas waktu kehidupan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan kesempatan di awal tahun ini untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang pantas menghadap Allah Ta’ala sebagai hamba-Nya.
Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari, terutama atas nikmat yang sangat besar, yaitu nikmat kesehatan dan kelapangan waktu. Sebagaimana disabdakan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ، اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya, “Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu (lalai) padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR al-Bukhari).
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Marilah kita bersama-sama memanfaatkan keluangan waktu yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada kita dengan sebaik-baiknya, dengan mengambil setiap kesempatan kebaikan yang datang.
Terlebih di awal tahun ini, Allah Ta’ala telah menyiapkan berbagai nikmat dan anugerah yang patut kita syukuri dengan hati yang bersih dan penuh kesadaran. Jangan sampai waktu luang yang kita miliki berlalu begitu saja tanpa menghasilkan kemanfaatan yang nyata.
Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Artinya: “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Ahmad).
Melalui sabda tersebut, Baginda Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat agar kita memanfaatkan waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat, seperti memperbanyak ibadah, membaca dan berusaha memahami Al-Qur’an serta mengamalkannya, bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarga, serta berbagai aktivitas kebaikan lainnya.
Hadirin sekalian, apabila kita benar-benar memahami dan mengamalkan kandungan hadits ini, niscaya kehidupan yang kita jalani akan menjadi lebih bernilai, lebih bermakna, dan insya Allah kita tidak termasuk golongan orang-orang yang menyesal karena menyia-nyiakan waktu tanpa kemanfaatan.
Oleh karena itu, pada kesempatan yang mulia ini, khususnya di awal tahun 2026, marilah kita tinggalkan segala hal yang tidak bermanfaat, terlebih lagi perbuatan-perbuatan yang mendatangkan kemudaratan.
Mari kita ambil langkah nyata untuk menebarkan kebaikan, memberikan manfaat kepada sesama, dan tentunya untuk kebaikan diri kita sendiri, baik di dunia maupun di akhirat.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Tahun baru merupakan kesempatan baru bagi kita semua untuk membuka lembaran kehidupan yang baru. Marilah kita tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk di tahun yang lalu, dan mulai membiasakan diri secara konsisten dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Kita perlu menyadari bahwa kesempatan adalah nikmat yang sangat berharga yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Untuk itu, marilah kita cermati nasihat Baginda Nabi Muhammad SAW kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُسَبِيْلٍ وَكاَنَ ابْنُ عُمَرُ يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَ مِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .رواه البخاري
Artinya: “Dari Abdullah bin Umar ia berkata: ‘Rasulullah saw memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata: ‘Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang). Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR Bukhari)
Dalam nasihat tersebut, Baginda Nabi Muhammad SAW mendorong Ibnu Umar agar senantiasa memanfaatkan setiap kesempatan waktu yang dilaluinya. Beliau mengingatkan agar waktu yang diberikan Allah Ta’ala tidak berlalu begitu saja tanpa diisi dengan kemanfaatan dan peningkatan dalam kebaikan.
Dalam hadits tersebut pula, Baginda Nabi mengingatkan agar kita tidak larut dalam angan-angan yang panjang, sehingga terjebak pada hal-hal yang tidak bermanfaat, bahkan dapat menyeret kepada kemudaratan.
Hal ini relevan dengan kondisi kita saat ini, ketika masih sering menunda-nunda untuk berbuat kebaikan, dan terkadang lebih mementingkan aktivitas yang kurang produktif, seperti berlama-lama dengan media sosial, daripada segera memenuhi panggilan azan.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah, Marilah kita cermati dan amalkan dengan sungguh-sungguh nasihat Imam Syafi’i yang diriwayatkan oleh Imam As-Sya’rani:
قَالَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: اسْتَفَدْتُ مِنْهُمْ شَيْئَيْنِ: قَوْلُهُمْ الْوَقْتُ سَيْفٌ إِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ، وَقَوْلُهُمْ إِنْ لَمْ تَشْغَلْ نَفْسَكَ بِالْخَيْرِ شَغَلَتْكَ بِالشَّرِّ
Artinya: “Imam As-Syafi’i radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Aku memperoleh dua pelajaran dari mereka, yaitu bahwa waktu itu bagaikan pedang, jika tidak engkau manfaatkan maka ia akan mencelakakanmu; dan jika engkau tidak menyibukkan dirimu dengan kebaikan, niscaya engkau akan disibukkan dengan keburukan.”
Dari nasihat tersebut, kita mendapatkan teladan nyata dari para ulama salaf tentang pentingnya menghargai waktu, serta bagaimana menata dan memanfaatkannya secara konsisten untuk beramal saleh, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Oleh karena itu, marilah kita masing-masing melakukan introspeksi diri untuk lebih memprioritaskan hal-hal yang bermanfaat, karena perlu kita sadari bahwa kesempatan yang sama tidak akan datang untuk kedua kalinya.
Demikian khutbah Jumat pada siang hari ini. Semoga kita semua senantiasa termotivasi untuk memanfaatkan nikmat kesehatan dan keluangan waktu yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada kita dengan sebaik-baiknya dalam hal-hal yang bermanfaat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْمُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْأَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ، مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً، وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Khutbah Jumat 2 Januari 2025 ini mengingatkan jamaah agar mengisi tahun baru dengan ibadah, kerja produktif, dan kontribusi sosial, bukan sekadar resolusi tanpa aksi nyata.
Awal tahun menjadi momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Apa saja yang telah kita lakukan sepanjang tahun lalu? Apakah waktu telah dimanfaatkan untuk hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah SWT?
Melalui pesan khutbah ini, umat Islam diajak untuk menjadikan tahun baru sebagai titik balik, dengan keberanian mengambil kesempatan baru dan komitmen meninggalkan kebiasaan buruk yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Semoga teks khutbah Jumat 2 Januari 2025 ini bermanfaat, menjadi sumber inspirasi, serta membantu jamaah dalam memaknai waktu sebagai ladang amal menuju kehidupan yang lebih baik.