SERAYUNEWS-Secara resmi Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara telah memiliki izin resmi dari Kementerian Agama RI tentang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIH) Nomor 1464 tahun 2024. Penyerahan izin tersebut dilakukan oleh Kemenag Banjarnegara pada KBIHU Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara, Kamis (27/2/2025).
Pengasuh sekaligus ketua yayasan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara KH Muhammad Chamzah Hasan mengatakan, selama ini Pondok Pesantran Tanbihul Ghofiliin memang sudah memberikan pelatihan ibadah haji maupun umroh bagi masyarakat. Hal ini dilakukan untuk membantu jamaah calon haji dalam melaksanakan ibadah tersebut.
“Selama ini kami membimbing lillahita’ala, namun atas saran dan masukan dari Kemenag, akhirnya kita mengurus izin, dan alhamdulillah izin sudah keluar, termasuk PPIHK (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus),” ujarnya.
Dengan demikian, maka pihaknya siap untuk mendorong dan membantu pemerintah dalam memberikan ilmu dan tatacara berhaji bagi calon jemaah haji. “Sebab, haji bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga mental dan ada tata caranya. Semoga ini bisa memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi umat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Banjarnegara Karsono mengatakan, ibadah haji bukan hanya ibadah biasa. Tidak hanya biaya yang mahal dan fisik yang kuat, tetapi ada tatacara dan doa-doa serta rangkaian yang harus dilakukan untuk menuju haji yang mabrur.
“Dengan keluarnya izin untuk KBIHU Tanbihul Ghofiliin ini, maka di Banjarnegara sudah ada 5 KBIHU yang memiliki izin, takni KBIHU Al Fatah, KBIHU Muhammadiyah, KBIHU Miftahul Jannah, dan KBIHU Nurul Hidayah,” katanya.
Menurutnya, keberadaan KBIHU ini sangat membantu para calon jemaah. Untuk itu dia mengimbau pada para jemaah calon haji untuk ikut dan bergabung dalam KBIHU. Sebab, bimbingan yang dilakukan oleh Kemenag sangat terbatas, sementara tahapan dan proses ibadah haji sangat panjang.
“Ini untuk kepentingan umat. Sebab, melalui bimbingan haji di KBIHU, para jemaah tidak hanya mendapatkan pendampingan di tanah air, tetapi mendapatkan pendampingan mulai dari manasik, pelatihan, hingga proses pemberangkatan. Termasuk pendampingan di tanah suci hingga kembali ke tanah air,” ujarnya.
Bimbingan ini menjadi sangat penting, mengingat tidak semua jemaah calon haji memahami semua rukun dan proses haji. Dengan bimbingan melalui KBIHU maka jemaah akan lebih tenang. Sebab, haji merupakan ibadah yang tidak hanya sekadar materi, tetapi ada fisik dan ilmu yang harus dipahami.
Dikatakannya, selama ini belum semua jemaah calon haji asal Banjarnegara mengikuti bimbingan di KBIHU. Bahkan tidak sedikit jemaah yang akhirnya kebingungan saat berada di tanah suci. Di sinilah peran KBIHU untuk membimbing para jemaah agar dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan ketentuan.