
SERAYUNEWS– Pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memunculkan rasa bangga di kalangan Keluarga Besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Sosok yang kini dipercaya memimpin lembaga strategis pengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut ternyata merupakan alumni Fakultas Biologi Unsoed angkatan 1983.
Informasi mengenai latar belakang pendidikan Nanik S. Deyang terungkap melalui unggahan resmi akun media sosial Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (KAUNSOED).
Dalam unggahan tersebut, Ketua Umum KAUNSOED, Dr Abdul Kholik dan Sekretaris Jenderal, Ir Syamsudin Hadi Sutarto menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pengangkatan Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.
Kabar ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat beredar terkait riwayat pendidikan perempuan yang dikenal luas sebagai jurnalis senior dan tokoh komunikasi publik tersebut.
“KAUNSOED kembali berbangga dengan pencapaian alumni,” tulis akun Instagram resmi @keluargaalumniunsoed_official dalam unggahannya dikutip Serayunews, Rabu (3/6/2026).
KAUNSOED juga menyampaikan doa dan harapan agar Nanik dapat menjalankan amanah negara dengan penuh dedikasi, profesionalisme, dan integritas.
“Selamat dan sukses kepada Ibu Nanik S. Deyang, Alumni Angkatan ’83 Fakultas Biologi atas pengangkatan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga dapat mengemban amanah dengan penuh dedikasi dan integritas,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan organisasi alumni tersebut.
Nama Nanik S. Deyang menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.
Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (2/6/2026) petang.
Penunjukan tersebut menempatkan Nanik pada posisi yang sangat strategis. Sebagai Kepala BGN, ia bertanggung jawab mengawal berbagai kebijakan pemerintah terkait peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Program tersebut menyasar jutaan pelajar, santri, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya di berbagai daerah Indonesia.
Kepercayaan yang diberikan kepada Nanik tidak datang secara tiba-tiba. Sebelum dipercaya memimpin BGN, ia telah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sejak September 2025.
Dalam posisi tersebut, Nanik terlibat aktif dalam pengawasan pelaksanaan program MBG sekaligus memastikan komunikasi publik lembaga berjalan efektif.
Meski kini dikenal sebagai pejabat negara, perjalanan karier Nanik dimulai dari dunia jurnalistik.
Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu mengawali profesinya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit yang berada di bawah kelompok media nasional.
Kemampuannya dalam dunia komunikasi dan media membuat kariernya berkembang pesat. Nanik kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi penting di sejumlah perusahaan media nasional.
Berdasarkan data industri pers yang pernah dipublikasikan, ia pernah menjabat sebagai pemimpin umum Majalah Femme, Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di berbagai perusahaan media dan penerbitan.
Puluhan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik membentuk karakter Nanik sebagai sosok yang memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat, jaringan luas, serta pemahaman mendalam mengenai persoalan sosial, ekonomi, dan politik nasional.
Nama Nanik mulai dikenal publik secara lebih luas ketika bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019.
Saat itu ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur.
Keterlibatannya dalam dunia politik praktis membuka jalan menuju berbagai jabatan strategis pemerintahan.
Setelah Prabowo memenangkan Pemilu Presiden 2024 dan membentuk Kabinet Merah Putih, Nanik mendapat kepercayaan sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024.
Dalam jabatan tersebut, ia ikut mengawal berbagai program pengentasan kemiskinan nasional sebelum akhirnya beralih ke Badan Gizi Nasional pada September 2025.
Perjalanan karier yang terus menanjak membuat Nanik kini dipercaya memimpin salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar.
Ia beberapa kali melakukan inspeksi mendadak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Nanik juga sering menjadi juru bicara pemerintah dalam menjelaskan perkembangan program MBG kepada masyarakat dan media.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi salah satu alasan kuat di balik keputusan pemerintah menunjuknya sebagai Kepala BGN.
Selain memahami aspek komunikasi publik, Nanik juga telah memahami secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi program gizi nasional di lapangan.
Terungkapnya status Nanik sebagai alumni Fakultas Biologi Unsoed Angkatan 1983 menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika dan keluarga besar kampus yang berbasis di Purwokerto tersebut.
Pengangkatan Nanik menambah daftar alumni Unsoed yang berhasil menempati posisi penting di tingkat nasional.
Bagi KAUNSOED, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa lulusan Unsoed mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa melalui berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, hingga sektor sosial.
Kehadiran Nanik di pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional juga diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam penguatan program pembangunan gizi masyarakat Indonesia.
Dengan latar belakang pendidikan sains dari Fakultas Biologi Unsoed, pengalaman panjang di dunia media, serta rekam jejak dalam pemerintahan, Nanik kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan keberhasilan berbagai program strategis nasional di bidang gizi dan ketahanan pangan.
Keberhasilannya memimpin BGN akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung visi pemerintah menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.