Jumat, 12 Agustus 2022

Tiga Hari Tidak Pulang, Kakek 80 Tahun di Bojongsari Purbalingga Ditemukan Meninggal di Selokan

Polisi dibantu warga, sedang mengevakuasi jenazah kakek 80 tahun di Bojongsari Purbalingga yang ditemukan meninggal di saluran air, Sabtu (23/7/2022) pagi. Dok. Humas Polres Purbalingga

Tiga hari tak pulang, kakek bernama Sahudi Darim (80), warga Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten PurbaIingga, ditemukan meninggal di selokan. Warga yang sedang mencari kayu bakar adalah yang menemukan jasad kakek Sahudi, Sabtu (23/7/2022) pagi.


Purbalingga, serayunews.com

Warga yang menemukab mayat tersebut, kemudian melapor ke perangkat desa dan pihak kepolisian. Polisi yang datang kemudian melakukan pemeriksaan TKP, mengevakuasi dan melakukan pemeriksaan jenazah bersama petugas medis Puskesmas Bojongsari.

Baca juga  Seru! Peppy Ceritakan Pengalaman Penerbangan Perdananya bersama Wings Air ke Purbalingga 

Kapolsek Bojongsari, AKP I Made Nergo mengatakan, mayat kakek bernama Sahudi Darim, diketahui sekira pukul 09.40 WIB. Mistur (40), warga setempat yang sedang mencari kayu bakar adalah yang pertama kali menemukan mayat Sahudi.

“Saat mencari kayu bakar, saksi mencium bau busuk di sekitar saluran air. Saat pengecekan, ada mayat tergeletak,” jelas kapolsek.

Petugas dari Polsek Bojongsari dan Inafis Polres Purbalingga yang datang dan bantuan warga mengevakuasi jenazah. Kemudian bersama dokter puskesmas, melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

“Tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Dari ciri-ciri jenazah kemungkinan sudah meninggal sejak tiga hari lalu,” jelas kapolsek.

Baca juga  Penggantian Aspal dengan Kerikil di Perlintasan Kereta di Sumpiuh, Akibatkan Banyak Pemotor Terjatuh

Berdasarkan keterangan keluarganya, sebelum meninggal, sang kakek pergi untuk mencari kayu bakar, Rabu (20/7/2022) pagi. Namun sejak saat itu, tidak kunjung pulang hingga meninggal dunia.

“Dari keterangan keluarga, Sahudi punya riwayat sakit sesak napas. Selain itu memiliki cacat fisik bawaan, kesulitan berjalan,” ungkap kapolsek.

Kapolsek menambahkan, setelah pemeriksaan, polisi menyerahkan jenazah ke pihak keluarga untuk pemakaman. Keluarga juga menerima kematian Sahudi sebagai musibah, mereka juga tidak menghendaki autopsi.

Berita Terkait

Berita Terkini