Kamis, 7 Juli 2022

Tim Gabungan Temukan Jejak Harimau di Persawahan Sekitar Hutan Jlegong Banjarnegara

Jejak Harimau di Persawahan Sekitar Hutan Jlegong Banjarnegara. (Maula)

Setelah dilakukan patroli dan pencarian oleh tim gabungan, tim akhirnya menemukan jejak harimau dewasa di pematang persawahan warga Desa Penawaran, Kecamatan Punggelan.


Banjarnegara, Serayunews.com

Meski jejak harimau sudah ditemukan, namun tim gabungan dari warga, relawan, TNI, Polri masih belum menemukan sosok harimau yang dinilai sudah meresahkan warga dan petani.

Khadik, warga Punggelan mengatakan, sejak dilakukan patroli, harimau tersebut belum muncul lagi. Namun jejak harimau ditemukan pada galengan sawah warga dan beberapa perkebunan yang ada di sekitar Hutan Jlegong, Desa Penawaran, Kecamatan Punggelan. Bahkan pencarian juga dilakukan hingga perbatasan wilayah Desa Tribuana, dan Desa Kecepit hingga Desa Sawangan Kecamatan Punggelan.

Baca juga  Kisah Haru Isa Al Arsari, Calon Haji Termuda di Banyumas yang Berangkat Karena Ayahnya Meninggal

“Kami masih melakukan penelusuran jejak, memang benar arahnya dari Hutan Jlegong, namun kami belum bisa memastikan jenis harimau yang sempat banyak dilihat warga dalam beberapa hari ini,” katanya.

Meski begitu, warga diminta tetap tidak panik, saat ini pihak kepolisian maupun TNI sudah melakukan koordinasi dengan BKSDA Cilacap untuk menelusuri munculnya harimau ke persawahan warga. Namun begitu, hingga saat ini masih dalam pencarian guna memastikan jenis harimau dan langkah antisipasi berikutnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga melihat induk harimau yang sedang berjalan bersama dengan tiga anaknya dan masuk hingga persawahan warga. Harimau tersebut diprakirakan muncul dari hutan Jlegong yang ada di wilayah perbatasan Desa Penawaran dengan Desa Tribuana, Kecepit, serta Sawangan Kecamatan Punggelan.

Baca juga  40 Pesilat Pelajar se Banyumas Raya, Bertarung di Banjarnegara

Munculnya empat harimau yakni 1 indukan bersama tiga anaknya ini membuat resah para petani, pasalnya harimau ini sering muncul pada siang hari, untuk para petani meminta pihak terkait untuk segera mengambil tindakan agar tidak membahayakan warga.

Berita Terkait

Berita Terkini