
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Memasuki puncak musim kemarau 2026, kawasan Dataran Tinggi Dieng kembali menjadi perhatian wisatawan.
Penurunan suhu udara yang cukup ekstrem hingga mencapai di bawah nol derajat Celsius memicu kemunculan fenomena langka, yakni embun upas.
Hamparan kristal es yang menutupi rumput dan tanaman menciptakan pemandangan yang sekilas menyerupai musim dingin di negara-negara Eropa.
Fenomena musiman ini selalu menjadi daya tarik wisata setiap tahun. Meski menawarkan panorama yang memukau, berburu embun upas tetap membutuhkan persiapan yang matang.
Agar perjalanan tetap nyaman dan aman, berikut beberapa tips wisata embun upas di Dieng.
Waktu terbaik untuk melihat Embun Upas adalah ketika musim kemarau berlangsung. Meskipun kemunculannya tidak dapat dipastikan setiap hari, peluang terbentuknya embun es jauh lebih besar ketika suhu udara turun drastis akibat cuaca cerah pada malam hingga dini hari.
Fenomena ini umumnya mulai terlihat pada periode Juli hingga September, meskipun dalam kondisi tertentu masih dapat muncul pada bulan-bulan lainnya.
Perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara malam dan pagi hari menjadi faktor utama terbentuknya kristal es di kawasan Dieng.
Banyak wisatawan mengira jaket tebal sudah cukup untuk menghadapi dinginnya Dieng. Padahal, menjaga suhu tubuh tetap hangat bukan hanya bergantung pada jaket luar, melainkan juga lapisan pakaian.
Disarankan menggunakan base layer atau pakaian dalam berbahan yang mampu menjaga panas tubuh.
Hindari mengenakan kaus berbahan katun sebagai lapisan pertama karena bahan tersebut mudah menyerap keringat dan menyimpan kelembapan sehingga tubuh justru terasa lebih dingin ketika terkena angin.
Selain jaket, lengkapi perlengkapan dengan kupluk berbahan wol, balaclava, atau penutup telinga untuk mengurangi paparan udara dingin.
Waktu menjadi faktor penting jika ingin menyaksikan Embun Upas dalam kondisi terbaik. Wisatawan sebaiknya tiba di lokasi sebelum pukul 06.00 WIB karena setelah matahari mulai bersinar, lapisan es perlahan akan mencair.
Banyak pengunjung memilih berangkat sejak pukul 04.30 hingga 05.00 WIB agar memiliki cukup waktu menuju lokasi pengamatan dan menikmati pemandangan ketika embun es masih menutupi rerumputan.
Saat suhu udara berada di bawah titik beku, tubuh membutuhkan asupan hangat untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Membawa minuman panas seperti teh atau kopi serta makanan hangat dapat membantu menggantikan panas tubuh yang hilang akibat udara dingin.
Apabila tidak sempat membawa bekal, wisatawan tidak perlu khawatir karena terdapat sejumlah warung makan di sekitar kawasan wisata Dieng yang menyediakan berbagai makanan dan minuman hangat.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Dieng, meminta informasi kepada warga setempat bisa menjadi langkah yang sangat membantu.
Masyarakat Dieng umumnya memahami lokasi-lokasi terbaik serta waktu yang paling tepat untuk menyaksikan kemunculan embun upas.
Selain warga, wisatawan juga dapat bertanya kepada pengelola penginapan maupun pemandu wisata.
Informasi dari mereka sering kali lebih akurat mengenai kondisi cuaca dan peluang munculnya embun es pada hari tersebut.
Biasanya, warga akan mengarahkan wisatawan menuju Kompleks Candi Arjuna atau area rerumputan terbuka lain.
Lokasi tersebut menjadi tempat yang paling sering diselimuti kristal es ketika suhu udara mencapai titik beku.
Dengan mempersiapkan perlengkapan dan memilih waktu kunjungan yang sesuai, wisata embun upas di Dieng akan terasa lebih nyaman dan berkesan.***