
SERAYUNEWS – Hujan deras kembali mengguyur Jakarta sejak Jumat (23/1/2026) dini hari. Simak titik banjir Jakarta hari ini.
Pasalnya, Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah wilayah Ibu Kota kembali dilanda genangan hingga banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pun mengingatkan warga untuk waspada, mengingat potensi hujan ekstrem masih berlanjut dan dapat memperparah kondisi di wilayah rawan banjir.
Berdasarkan informasi resmi BPBD, curah hujan pada periode 22–23 Januari 2026 masuk kategori sangat lebat hingga ekstrem.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko genangan meluas, baik di permukiman padat penduduk maupun ruas jalan utama. Sebelumnya, tercatat 80 RT dan 23 ruas jalan sempat tergenang.
Situasi ini membuat masyarakat perlu lebih sigap memantau titik banjir Jakarta hari ini agar bisa mengambil langkah antisipasi sedini mungkin.
Di era digital, pemantauan banjir Jakarta kini semakin mudah. Warga dapat memantau kondisi terkini secara real time hanya lewat handphone, tanpa harus menunggu informasi dari mulut ke mulut.
Berikut panduan lengkap cara mengecek titik banjir Jakarta hari ini secara akurat dan mudah diakses.
1. Website Resmi BPBD DKI Jakarta
BPBD DKI Jakarta menyediakan peta banjir yang diperbarui secara berkala.
Melalui situs ini, warga dapat melihat titik genangan berdasarkan wilayah RT, RW, hingga ruas jalan utama.
Fitur unggulan yang tersedia antara lain:
Website resmi BPBD menjadi rujukan utama untuk mengetahui titik banjir Jakarta hari ini secara resmi dan akurat.
2. Situs Pantau Banjir Jakarta
Situs Pantau Banjir Jakarta menampilkan data tinggi muka air sungai dan pintu air, lengkap dengan status siaga serta kondisi cuaca terkini.
Informasi ini sangat berguna untuk memprediksi potensi banjir lanjutan, terutama di wilayah hilir.
Data yang bisa Anda pantau meliputi:
Dengan memahami data ini, warga dapat memperkirakan apakah suatu wilayah berpotensi terdampak banjir susulan.
3. Website Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta
Melalui situs Dinas SDA DKI Jakarta, masyarakat dapat memantau tinggi muka air di berbagai pos pantau dan pintu air. Data ini sering digunakan sebagai indikator awal sebelum banjir terjadi.
Website ini kerap dimanfaatkan oleh petugas lapangan maupun masyarakat untuk mengecek potensi titik banjir Jakarta hari ini berbasis kondisi sungai dan aliran air.
4. Aplikasi JAKI (Jakarta Kini)
Aplikasi resmi Pemprov DKI Jakarta ini memiliki fitur JakPantau yang menyajikan informasi banjir secara real time.
Titik genangan ditampilkan dengan kode warna sesuai kedalaman air.
Keunggulan aplikasi JAKI:
Aplikasi ini cocok bagi Anda yang ingin memantau kondisi banjir sambil tetap beraktivitas.
5. Google Maps
Google Maps juga bisa dimanfaatkan untuk memantau kondisi banjir Jakarta hari ini.
Aplikasi ini menampilkan laporan genangan dan jalan terdampak berdasarkan pembaruan pengguna serta instansi terkait.
Manfaat utama Google Maps:
Bagi pengendara, Google Maps sangat membantu untuk menghindari titik banjir dan kemacetan akibat genangan.
6. CCTV Publik Jakarta
Pemprov DKI Jakarta menyediakan akses CCTV publik yang menampilkan kondisi jalan dan lalu lintas secara langsung.
Melalui kamera ini, warga bisa melihat apakah suatu ruas jalan tergenang atau masih dapat dilalui.
CCTV publik menjadi salah satu cara paling visual untuk memantau titik banjir Jakarta hari ini secara aktual.
7. Media Sosial Resmi Instansi Terkait
Informasi banjir Jakarta terbaru juga rutin disampaikan melalui media sosial resmi, seperti:
Akun-akun ini biasanya memberikan pembaruan cepat terkait genangan, penutupan jalan, hingga perubahan rute transportasi akibat banjir.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 106 RT dan 14 ruas jalan tergenang sesuai data pukul 03.00 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, Jumat.
Sebaran wilayah terdampak meliputi:
Jakarta Barat (40 RT):
Kelurahan Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Utara, Kembangan Selatan, Meruya Selatan, dan Kota Bambu Selatan, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 150 cm.
Jakarta Selatan (34 RT):
Wilayah Pondok Labu, Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pondok Pinang, Duren Tiga, dan Cilandak Timur, dengan ketinggian genangan hingga 90 cm.
Jakarta Timur (30 RT):
Rawa Terate, Bidara Cina, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, dan Makasar, dengan ketinggian air mencapai 100 cm.
Jakarta Utara (2 RT):
Kapuk Muara dengan ketinggian air sekitar 40 cm.
BPBD juga mencatat puluhan warga terpaksa mengungsi, di antaranya di Masjid Jami Al Khaeer Kedaung Kali Angke, Aula Rusunawa KS Tubun, serta Masjid Al Muqorrobin Cipinang Melayu.***