
SERAYUNEWS — Aksi penanaman mangrove serentak digelar di kawasan Pantai Sodong, Kecamatan Adipala, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Cilacap, aparat penegak hukum hingga masyarakat dan pelajar.
Penanaman mangrove dilakukan sebagai upaya mitigasi abrasi pantai sekaligus memperkuat pembinaan teritorial di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap.
Selain untuk perlindungan lingkungan, kawasan mangrove juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata pesisir di wilayah Adipala.
Komandan Kodim 0703/Cilacap, Andi Azis mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penanaman mangrove serentak yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat di berbagai daerah.
Menurutnya, total mangrove yang ditanam dalam kegiatan serentak mencapai sekitar 20 ribu batang di sejumlah wilayah jajaran Kodam IV dan Kodam V.
“Semua berkolaborasi menanam mangrove untuk menjaga lingkungan pesisir, khususnya di wilayah Adipala agar terhindar dari abrasi,” kata Letkol Inf. Andi Azis usai kegiatan.
Kegiatan itu juga melibatkan Lanal Cilacap, Polresta Cilacap, Kejaksaan, pemerintah daerah, sekolah hingga masyarakat.
Andi menjelaskan kawasan Adipala dipilih karena memiliki tingkat kerawanan abrasi yang cukup tinggi.
Selain berada di wilayah pesisir, kawasan tersebut juga berdekatan dengan aktivitas industri sehingga membutuhkan perlindungan tambahan di bibir pantai.
Khusus di Pantai Sodong, sekitar 1.000 batang mangrove ditanam dalam kegiatan tersebut.
Sementara di wilayah Korem 071/Wijayakusuma secara keseluruhan, jumlah mangrove yang ditanam mencapai sekitar 10 ribu batang yang tersebar di sembilan Kodim.
“Masing-masing Kodim menanam sekitar 1.000 batang, bahkan ada yang sampai 2.000 batang. Semuanya berada di kawasan pantai untuk membantu pencegahan abrasi,” ujarnya.
Selain memiliki fungsi ekologis, kawasan mangrove di Pantai Sodong juga dinilai berpotensi dikembangkan sebagai wisata alam pesisir.
Namun Andi menegaskan tantangan terbesar bukan hanya proses penanaman, melainkan bagaimana menjaga dan merawat mangrove agar dapat tumbuh optimal dalam jangka panjang.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Cilacap Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sri Murniyati mengatakan Pemerintah Kabupaten Cilacap berkomitmen memperluas gerakan penanaman mangrove di wilayah pesisir.
Menurutnya, pada 2026 Pemkab Cilacap menargetkan penanaman sekitar 50 ribu batang mangrove.
Sedangkan sepanjang 2025, jumlah mangrove yang telah ditanam bersama berbagai pemangku kepentingan mencapai sekitar 152 ribu batang.
“Tidak hanya pemerintah, nanti kami juga melibatkan dunia usaha, masyarakat, sekolah, pelajar hingga berbagai komunitas untuk bersama-sama melakukan penanaman mangrove,” katanya.
Sri Murniyati menambahkan wilayah Adipala termasuk kawasan dengan risiko bencana cukup tinggi sehingga membutuhkan perlindungan alami melalui hutan mangrove.
Ke depan, program penanaman mangrove juga akan diperluas ke sejumlah wilayah pesisir lain di Cilacap seperti Nusakambangan, Cilacap Utara, Cilacap Selatan, Kawunganten hingga Kampung Laut.
Aksi penanaman mangrove di Pantai Sodong turut diikuti jajaran Forkopimda, personel TNI-Polri, pegiat lingkungan, guru dan pelajar.