Rabu, 20 Oktober 2021

TNI – Polri Kembali Lakukan Baksos di Tengah PPKM Darurat

TNI – Polri Banyumas bagikan sembako sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat. (Shandi Yanuar)

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tentunya terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, TNI-Polri membagikan sejumlah sembako. Bahkan, mereka tengah menyiapkan 25 ton beras yang rencananya bakal diserahkan kepada masyarakat dalam waktu dekat ini.


Purwokerto, serayunews.com

“Tujuannya bagaimana kita berbagi kepada masyarakat kita, ktia tunjukan kepada masyarakat bahwa negara itu hadir, negara itu care. Karena sebenarnya tujuan PPKM Darurat itu menyehatkan masyarakat, mudah-mudahan ini bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim seusai apel pembagian sembako, di Makodim 0701 Banyumas, Jumat (16/7).

Kapolresta menambahkan, dalam upaya pembagian sembako tersebut, pihaknya mengerahkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dimana mereka akan langsung menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan di wilayah kerjanya masing-masing.

Sementara itu menurut Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf Chandra pembagian sembako tersebut akan dilangsungkan secara berkelanjutan. Bahkan dirinya tengah menyiapkan beras yang hendak dibagikan ke masyarakat.

 “Sementara yang terlihat ada 25 ton (beras, red), nanti akan bertambah, yang diharapkan bisa meringankan beban masyarakat,” kata dia.

Kegiatan tersebut, lanjut Dandim merupakan salah satu bakti mereka untuk negeri, yaitu dengan melakukan kegiatan kepada masyarakat. Sementara untuk Banbinsa dan Bhabinkamtibmas yang rencananya bakal dilibatkan dalam pengiriman obat-obatan bagi mereka yang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri, masih dalam tahap koordinasi.

“Ibatnya memang belum datang, pendistribusiannya sudah ada alurnya, nanti melalui Kodam atau Polda. Jadi dari Dinas Kesehatan nanti yang memiliki data, masyarakat yang menjalani Isoma, ada tiga paket yagn disiapkan biru, hijau oranye, sesuai gejalanya. Namun, kita belum tahu (kapan obatnya datang, red),” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini