
SERAYUNEWS — Proyek pembangunan jalan tol Pejagan–Cilacap dipastikan masuk dalam buku perencanaan strategis Bappenas dan ditargetkan mulai direalisasikan pada 2029.
Kehadiran tol ini diproyeksikan menjadi solusi permanen kemacetan jalur tengah Jawa Tengah sekaligus motor baru pertumbuhan ekonomi wilayah barat Jateng.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Ia menegaskan, inisiatif pembangunan tol berasal dari Pemerintah Kabupaten Banyumas sebagai upaya konkret mengurai kepadatan lalu lintas di titik-titik krusial.
Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah perlintasan sebidang Bumiayu yang selama ini kerap menjadi pusat kemacetan panjang, terutama saat arus mudik dan angkutan logistik meningkat.
Tol Pejagan–Cilacap diharapkan dapat mengalihkan arus kendaraan berat dari jalur nasional, sehingga mobilitas warga dan distribusi barang menjadi lebih lancar.
Terkait pembiayaan dan pelaksanaan proyek, Sadewo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan investor asing untuk percepatan pembangunan fisik.
“Kami sudah melakukan langkah proaktif, termasuk mencarikan investor dari Cina. Pihak investor menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan pembangunan fisik, sementara untuk urusan pembebasan lahan akan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Indonesia,” kata Sadewo.
Skema ini dinilai mempercepat realisasi proyek karena pembagian peran antara pembangunan fisik dan pembebasan lahan sudah jelas sejak awal.
Secara finansial, proyek tol yang melintasi Kabupaten Brebes, Tegal, Banyumas, hingga Cilacap dinilai sangat menguntungkan dan layak dilaksanakan.
Berdasarkan studi kelayakan, proyek ini mencatat:
Indikator tersebut memperkuat posisi tol Pejagan–Cilacap sebagai proyek strategis nasional yang berdampak jangka panjang.
Keberadaan tol ini nantinya akan memangkas waktu tempuh pengiriman barang dari Pelabuhan Cilacap menuju jalur distribusi dan ekspor di wilayah utara Jawa secara signifikan.
Efisiensi tersebut diyakini mampu menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk daerah, khususnya sektor industri, pertanian, dan perikanan.
“Selama ini faktor geografis menjadi tantangan utama distribusi komoditas. Dengan tol ini, alur barang dan jasa akan jauh lebih efisien dan murah,” jelasnya.
Selain sektor industri, pembangunan tol juga diprediksi akan memberikan dampak besar bagi pariwisata Banyumas Raya hingga pesisir selatan Jawa Tengah.
Akses yang semakin cepat dari arah Jakarta maupun Semarang diyakini meningkatkan arus kunjungan wisatawan.
Hal ini sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM berbasis pariwisata.