
SERAYUNEWS – Seorang warga Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, berinisial SA meninggal dunia setelah diserang puluhan tawon vespa saat membersihkan bak air (torn) di atap rumahnya, Kamis (26/2/2026).
Insiden tersebut menjadi perhatian luas setelah video kejadian beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, nampak terlihat korban berada di atas atap rumah dengan wajah tertutup kaos. Namun, puluhan tawon tampak mengerubungi dan menyengat bagian wajah serta tubuhnya. Korban terlihat berusaha menghalau serangan dengan tangan kosong, tetapi serangan justru semakin masif.
Selain itu, korban tampak tidak berdaya menghadapi serangan. Warga sekitar sempat berupaya membantu dengan menyemprotkan cairan untuk mengusir tawon, namun upaya itu tidak langsung membuahkan hasil.
Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, mengungkap detik-detik insiden tragis yang menewaskan warganya tersebut. Ia menyebut, peristiwa bermula saat korban hendak memperbaiki sekaligus membersihkan toren air yang berada di atas atap rumahnya.
Tanpa disadari, di sekitar toren terdapat sarang tawon vespa berukuran besar. Korban diduga tidak mengetahui keberadaan sarang tersebut hingga akhirnya koloni tawon terusik.
“Korban mau membetulkan torn air di atas rumah. Ternyata di situ ada sarang lebah vespa, dia tidak tahu dan tiba-tiba langsung dikerubungi,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, sesaat setelah berada di atas atap, korban langsung menjadi sasaran serangan. Ribuan tawon disebut keluar dari sarang dan mengerubungi tubuh korban. Situasi itu membuat korban terjebak di atas rumah selama kurang lebih 30 menit.
Warga sekitar sempat panik melihat kejadian tersebut. Namun karena jumlah tawon sangat banyak dan agresif, upaya penyelamatan tidak bisa dilakukan secara maksimal.
Ia menambahkan, setelah akhirnya berhasil turun dari atap, korban masih dalam kondisi sadar dan bahkan sempat berjalan sendiri. Meski demikian, dampak sengatan dalam jumlah besar membuat kondisinya terus menurun.
“Waktu ditanya setelah turun, korban mengaku sudah tidak merasakan apa-apa lagi saking banyaknya sengatan. Padahal saat itu dia masih bisa berjalan sendiri,” ujarnya.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, meski telah mendapat perawatan, korban tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan serangan tawon vespa dalam jumlah banyak memang berpotensi mematikan.
“Bisa mematikan karena racunnya menyerang saraf dan kulit. Kalau sengatannya banyak, risikonya sangat tinggi. Karena itu, kalau terjadi serangan, segera cari perlindungan dan minta bantuan,” ujarnya terpisah.
Ia menambahkan, pihaknya rutin melakukan asesmen risiko serta Operasi Tangkap Tawon (OTT) untuk mencegah kejadian serupa. Warga diimbau tidak bertindak sendiri jika menemukan sarang tawon dan segera melapor agar dapat ditangani petugas terlatih.
Diketahui, Tawon Vespa Affinis atau yang kerap dikenal sebagai tawon ndas. Spesies ini dikenal agresif ketika sarangnya terganggu dan dapat menyerang secara berkelompok.
Sengatannya mengandung racun yang dapat memicu reaksi alergi berat, hingga gangguan saraf, jika korban menerima sengatan dalam jumlah banyak.