
BANYUMAS, SERAYUNEWS-Moda transportasi umum Trans Banyumas saat ini sedang berhenti beroperasi karena ada evaluasi. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan rencananya 18 September 2026 Trans Banyumas akan kembali beroperasi. Menyambut Trans Banyumas yang akan kembali beroperasi, banyak warga yang meminta pembayaran tunai diakomodir.
Seperti diberitakan sebelumnya, mulanya Trans Banyumas didanai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Namun belakangan anggaran dari pusat dihentikan. Sehingga pendanaan Trans Banyumas akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Kemudian dalam rangka evaluasi karena perubahan sumber pendanaan, Trans Banyumas berhenti beroperasi sementara pada 30 Agustus 2026. Lalu, rencananya akan kembali beroperasi pada 18 September 2026.
Salah satu yang gencar disuarakan warga terkait akan kembali beroperasinya Trans Banyumas adalah pembayaran tunai. Seperti diketahui, selama ini Trans Banyumas hanya mengakomodir pembayaran non tunai.
Gencarnya suara agar ada pembayaran tunai Trans Banyumas terlihat di kolom komentar Instagram Serayunews. Akun rotto_rothens misalnya, menyuarakan agar pembayaran tunai diakomodir.
Pandangan tersebut diamini banyak warganet lainnya. Ada yang berpendapatan bahwa masih ada lansia yang tak paham dengan mekanisme pembayaran non tunai. Akun raniaa_hanna mengungkapkan hal itu.
Akun febrii_ariianto juga meminta agar pembayaran tunai diakomodir selain pembayaran non tunai. Warganet lainnya juga ada yang berpendapat serupa yakni agar pembayaran tunai diakomodir.
Namun ada juga yang berpendapat sebaliknya. Sebagian dari mereka menilai pembayaran tunai rawan disalahgunakan. Akun bagussp13 mengatakan bahwa pembayaran tunai rawan ditilep alias diambil oleh mereka yang tak amanah.
Akun arismr24 juga berpendapat bahwa pembayaran tunai bisa memunculkan adanya kebocoran pendapatan dan korupsi.
Selain mengandalkan anggaran APBD, Pemkab Banyumas menyiapkan skema untuk menjaga keberlanjutan operasional Trans Banyumas pada masa mendatang.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyesuaian tarif penumpang. Tarif umum direncanakan sebesar Rp5.000, sedangkan tarif khusus pelajar sebesar Rp3.000.
Kebijakan tarif tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan layanan tanpa menghilangkan akses transportasi publik bagi pelajar dan masyarakat.