
CILACAP, SERAYUNEWS – Kontingen Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 wilayah Kwartir Cabang (Kwarcab) Cilacap resmi diberangkatkan. Pelepasan dilakukan Ketua Harian Mabicab Kwarcab Cilacap Annisa Fabriana bersama jajaran Forkopimda di Pendapa Wijayakusuma Cakti Cilacap, Kamis (3/9/2026).
Estafet Tunas Kelapa merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan kembali Gerakan Pramuka sekaligus menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, persaudaraan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para anggota Pramuka akan membawa Tunas Kelapa melalui sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap sebelum nantinya diserahterimakan kepada Kwarcab Banyumas.
Waka Bidang Humas Kwarcab Cilacap Taryo mengatakan perjalanan ETK di wilayah Cilacap berlangsung selama dua hari, yakni Kamis-Jumat (3-4/9). Rute yang dilalui telah disiapkan melalui sejumlah titik dan wilayah kwartir ranting di Kabupaten Cilacap.
“Estafet Tunas Kelapa tahun 2026 ini dimaksudkan sebagai sarana memasyarakatkan Gerakan Pramuka serta memperkuat semangat nasionalisme, persaudaraan dan pengabdian anggota Pramuka,” kata Taryo.
Dia menjelaskan perjalanan ETK di wilayah Kwarcab Cilacap dibagi menjadi enam etape. Rombongan diberangkatkan dari halaman Pendopo Wijayakusuma Cilacap.
Perjalanan kemudian dilanjutkan melewati rute yang telah ditentukan hingga akhirnya Tunas Kelapa diserahkan kepada Kwarcab Banyumas. Prosesi timbang terima dijadwalkan berlangsung Jumat (4/9) di Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.
Kontingen ETK melibatkan anggota Pramuka dari golongan Penggalang, Penegak, dan Pandega. Mereka mendapat pendampingan dari para pembina dan andalan.
Untuk memastikan perjalanan berjalan aman, pelaksanaan ETK juga melibatkan unsur pengamanan internal Pramuka yang berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.
Taryo memastikan berbagai kebutuhan selama kegiatan telah dipersiapkan. Mulai dari atribut, perangkat upacara, tim pengawal, pos istirahat hingga fasilitas medis di sepanjang rute telah diverifikasi.
“Seluruh kebutuhan pelaksanaan telah disiapkan dan titik-titik pendukung di sepanjang rute juga sudah diverifikasi untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ketua Harian Mabicab Kwarcab Cilacap Annisa Fabriana mengatakan Estafet Tunas Kelapa merupakan tradisi Pramuka yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka di Jawa Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar memindahkan Tunas Kelapa dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Estafet Tunas Kelapa itu satu tradisi Pramuka yang dalam rangka peringatan Hari Pramuka ini ada di Jawa Tengah. Ini tradisi dari Mabida yang sangat membanggakan bagi seluruh anggota Pramuka se-Jawa Tengah,” kata Annisa.
Dia menilai ETK menjadi salah satu sarana untuk kembali memperkenalkan Gerakan Pramuka kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, kegiatan kepramukaan tetap relevan meski zaman terus berubah.
“Ini sebetulnya tidak hanya mengalihkan tunas kelapa dari satu daerah atau satu etape ke etape lainnya, tapi ini bentuk dari upaya untuk menyosialisasikan Gerakan Pramuka. Siapa pun dan era apa pun mengakui ini salah satu cara pembinaan generasi muda yang tidak akan lapuk oleh zaman,” ujarnya.
Annisa berharap keikutsertaan generasi muda dalam Pramuka dapat membentuk karakter sekaligus memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan.
“Seseorang yang aktif di Pramuka bisa diukur bahwa nanti kepribadiannya bagus, terlebih lagi kepentingan kita adalah rasa nasionalismenya bagus dan juga rasa persatuannya itu menjadi terjaga,” katanya.
Annisa menyebut peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut cukup banyak. Selain regu Pramuka, kontingen Cilacap juga melibatkan peserta yang sebelumnya mengikuti Jambore Nasional.
“Kalau pesertanya satu regu itu berarti 20 sampai 30 orang. Kemudian yang menyertai ini tadi cukup banyak karena dari yang kemarin ikut Jambore Nasional diikutsertakan, baik regu putra maupun regu putri,” jelasnya.
Kwarcab Cilacap juga menerjunkan satu pasukan. Menariknya, sejumlah Pramuka senior turut ambil bagian dengan menggunakan sepeda onthel mengikuti perjalanan estafet.
“Insyaallah Kabupaten Cilacap Pramukanya siap untuk menyosialisasikan, menggaungkan Pramuka kembali menjadi salah satu sistem untuk membangkitkan rasa nasionalisme bagi generasi muda,” ujarnya.
Tak hanya menjadi kegiatan seremonial, pelaksanaan ETK 2026 juga masuk dalam penilaian. Dewan juri dari Kwarda Jawa Tengah hadir secara langsung untuk melakukan penilaian, termasuk melihat pelaksanaan upacara pelepasan.
Annisa mengatakan pihaknya berharap pelaksanaan ETK di Cilacap dapat berjalan maksimal sekaligus memberikan hasil terbaik dalam penilaian.
“Tadi sudah hadir juga Dewan Juri dari Kwarda yang hadir secara langsung. Kemudian tadi juga menandatangani berita acara pelepasan ini. Dari upacaranya tadi zero kesalahan. Insyaallah mudah-mudahan selain memang untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan persatuan, harapan kami kita bisa menang,” pungkasnya.