
Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin. KEK ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm dan berhubungan dengan meningkatnya risiko anemia, persalinan prematur, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), hingga stunting pada anak. Menurut World Health Organization, status gizi ibu selama kehamilan memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin serta kesehatan ibu selama proses kehamilan dan persalinan (WHO, 2023).
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi risiko KEK pada ibu hamil di Indonesia masih menjadi perhatian, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi dan kondisi sosial ekonomi yang rendah (Kemenkes RI, 2024). Faktor penyebab KEK antara lain rendahnya pengetahuan gizi, pola makan yang tidak seimbang, kurangnya konsumsi protein hewani, serta minimnya dukungan keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu hamil.

Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemenuhan Gizi Ibu Hamil KEK melalui Program Pendampingan Ibu Hamil di Desa Karangtengah” yang telah dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di PKD Desa Karangtengah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan status gizi ibu hamil melalui pendekatan edukasi dan pendampingan berbasis keluarga.
Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan sasaran ibu hamil risiko KEK yang telah diidentifikasi melalui skrining oleh bidan dan kader kesehatan desa. Bentuk kegiatan meliputi edukasi gizi, demonstrasi menu sehat dan konseling keluarga. Edukasi dilakukan secara individu menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi mengenai kebutuhan energi dan protein selama kehamilan, dampak KEK, pencegahan BBLR, serta pemanfaatan pangan lokal bergizi. Pendekatan keluarga digunakan karena dukungan keluarga berpengaruh terhadap perilaku kesehatan ibu hamil.

Rahmawati et al. (2023) dalam Jurnal Gizi dan Pangan menyatakan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku pemenuhan gizi ibu hamil dengan risiko KEK. Dukungan suami dan keluarga membantu meningkatkan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi makanan bergizi dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan pengenalan menu dan pengolahan makanan tinggi energi dan protein menggunakan bahan pangan lokal seperti telur, ikan, tempe, kacang hijau, daun kelor, dan sayuran hijau. Pemanfaatan pangan lokal dipilih karena mudah diperoleh, ekonomis, dan berkelanjutan untuk diterapkan di rumah. Sari et al. (2023) dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional menjelaskan bahwa intervensi gizi berbasis pangan lokal efektif meningkatkan asupan energi dan protein ibu hamil di wilayah pedesaan. Penggunaan bahan pangan lokal juga meningkatkan keberterimaan program karena sesuai dengan budaya makan masyarakat.
Keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa, bidan desa, kader posyandu, dan keluarga ibu hamil. Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pencegahan KEK dan stunting di masyarakat.

Selain meningkatkan status gizi ibu hamil, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas kader kesehatan dalam melakukan edukasi dan pemantauan status gizi ibu hamil secara mandiri. Program diharapkan dapat menjadi model intervensi berbasis komunitas yang dapat diterapkan secara berkelanjutan melalui kegiatan posyandu desa.
Program pendampingan gizi ibu hamil KEK di Desa Karangtengah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pemenuhan gizi ibu hamil. Edukasi, demonstrasi menu sehat berbasis pangan local dalam mendukung upaya pencegahan BBLR serta stunting. Pendekatan berbasis keluarga dan komunitas perlu terus dikembangkan sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
Penulis: Hesti Kurniasih., S.ST., M.Tr.Keb & Riza Amalia., S.ST., M.Kes Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang