
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Nasib Trans Banyumas sempat menjadi perhatian setelah dukungan subsidi Buy The Service (BTS) dari pemerintah pusat melalui APBN tidak lagi berlanjut.
Namun, Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan masyarakat masih bisa mengandalkan layanan bus tersebut hingga akhir 2026.
Pemerintah daerah memilih mengutamakan keberlangsungan transportasi publik dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp14 miliar dari APBD.
Untuk mendapatkan ruang fiskal, sejumlah belanja daerah harus disesuaikan, termasuk anggaran perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN).
Keputusan itu menunjukkan bahwa keberadaan Trans Banyumas dipandang sebagai kebutuhan pelayanan masyarakat, bukan sekadar program transportasi.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan tidak akan membiarkan layanan tersebut berhenti hanya karena persoalan anggaran.
Pernyataan itu disampaikan Sadewo setelah memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Purwokerto, Senin (17/8/2026).
“Untuk ulang tahun kemerdekaan ini, saya pastikan bahwa Trans Banyumas tidak akan berhenti di Banyumas. Meskipun APBD-nya tidak turun, memikirkan bagaimana pelayanan kepada masyarakat yang sudah berjalan jangan sampai berhenti. Karena ini terkait dengan pelayanan kepada masyarakat. Jadi tidak usah khawatir, tidak usah dipolemikkan bahwa Trans Banyumas di hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-81 ini di Indonesia, saya pastikan bahwa Trans Banyumas itu tetap berjalan,” ujar Sadewo dikutip dari akun Instagram @sadewo.id.
Trans Banyumas telah menjadi bagian dari kehidupan transportasi masyarakat sejak mulai beroperasi pada 2022.
Layanan ini dirancang sebagai Bus Rapid Transit (BRT) yang memberikan alternatif perjalanan dengan kendaraan umum yang relatif terjangkau.
Kehadiran Trans Banyumas juga membawa misi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Semakin banyak warga berpindah menggunakan transportasi umum, semakin besar pula peluang mengurangi kepadatan lalu lintas dan penggunaan kendaraan secara individual.
Bagi pelajar, pekerja, mahasiswa hingga masyarakat yang hendak mengakses pusat pelayanan, keberadaan bus dengan rute yang jelas memberikan pilihan perjalanan yang lebih praktis.
Karena itu, ketika muncul persoalan pembiayaan, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh operator.
Masyarakat sebagai pengguna juga ikut mempertaruhkan keberlanjutan mobilitas hariannya.
Saat ini Trans Banyumas memiliki beberapa koridor yang menghubungkan kawasan penting di Banyumas.
Koridor I melayani perjalanan dari Pasar Pon menuju Terminal Ajibarang.
Koridor II menghubungkan Terminal Notog dengan Terminal Baturraden Bawah.
Sementara itu, Koridor III A dan III B melayani rute Terminal Bulupitu menuju Terminal Kebondalem.
Adapun Koridor IV menghubungkan Terminal Bulupitu dengan Terminal Kejawar, termasuk akses menuju RSUD Kabupaten Banyumas.
Keberadaan sejumlah koridor tersebut membuat jaringan Trans Banyumas tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan Purwokerto.
Layanannya juga menjangkau kawasan lain yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.