
SERAYUNEWS – Harga emas hari ini, Kamis 29 Januari 2026, kembali mencuri perhatian pelaku pasar dan masyarakat luas.
Pasalnya, harga emas batangan dari berbagai produk mengalami kenaikan signifikan, termasuk emas Galeri 24 dan UBS yang diperdagangkan di Pegadaian.
Kenaikan harga emas ini mempertegas posisi emas sebagai aset aman atau safe haven, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik.
Sepanjang tahun ini saja, harga emas tercatat telah melonjak lebih dari 18 persen, menjadikannya salah satu instrumen investasi paling bersinar.
Kenaikan harga emas tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di pasar global.
Dilansir dari laporan Reuters, harga emas di Amerika Serikat (AS) menyentuh rekor baru di angka 5.121 dolar AS per ons pada Rabu (28/1/2026) pukul 15.47 EST.
Lonjakan harga emas dunia ini menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas di Indonesia.
Investor global cenderung memburu emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, gejolak geopolitik, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia.
Di Indonesia, harga emas dari berbagai merek telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir.
Produk emas Antam dan UBS bahkan sempat menembus level Rp3 juta per gram.
Hari ini, emas Galeri 24 turut menyusul menembus angka psikologis tersebut.
Berdasarkan laman resmi Pegadaian, Kamis pagi pukul 07.00 WIB, harga emas Galeri 24 naik Rp103.000 dibandingkan hari sebelumnya, dari Rp2.965.000 menjadi Rp3.068.000 per gram.
Sementara itu, harga emas UBS juga mencatat kenaikan lebih tinggi.
Untuk berat 1 gram, harga emas UBS naik Rp119.000, dari Rp3.017.000 menjadi Rp3.136.000.
Berikut daftar lengkap harga emas hari ini, Kamis 29 Januari 2026, di Pegadaian:
Harga Emas Galeri 24
Harga Emas UBS
Dari daftar tersebut terlihat bahwa harga emas UBS secara konsisten berada di atas Galeri 24 untuk berat yang sama.
Kenaikan harga emas saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.
Pertama, ketidakpastian ekonomi global membuat investor mengalihkan asetnya ke instrumen yang lebih aman.
Kedua, meningkatnya ketegangan geopolitik global turut mendorong permintaan emas.
Selain itu, ekspektasi perubahan suku bunga bank sentral dunia juga memengaruhi pergerakan harga emas.
Saat suku bunga cenderung rendah atau berpotensi turun, emas menjadi lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga seperti obligasi.
Dengan harga emas yang terus mencetak rekor, banyak investor bertanya apakah saat ini masih waktu yang tepat untuk membeli emas.
Jawabannya sangat bergantung pada tujuan investasi Anda.
Jika tujuan Anda adalah investasi jangka panjang dan perlindungan nilai aset, emas tetap menjadi pilihan menarik.
Namun, bagi investor jangka pendek, fluktuasi harga perlu dicermati agar tidak membeli di puncak harga.***