
SERAYUNEWS- Sebuah video yang memperlihatkan petugas kepolisian dan TNI menginterogasi penjual es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, mendadak viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, pedagang bernama Suderajat (49) dituduh menjual es gabus berbahan spons oleh sekelompok orang yang di dalamnya terdapat oknum aparat.
Peristiwa ini menyita perhatian publik lantaran melibatkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Aiptu Ikhwan Mulyadi, bersama seorang oknum TNI bernama Heri.
Keduanya terlihat membakar es gabus yang dijual Suderajat. Namun, alih-alih terbakar seperti spons, es gabus justru terlihat meleleh, memicu reaksi keras dari warganet yang menilai tindakan tersebut berlebihan dan tidak manusiawi.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasannya:
Suderajat mengungkapkan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Saat itu, ia didatangi sekitar lima orang yang mempertanyakan bahan es gabus yang dijualnya.
Meski telah menjelaskan bahwa es tersebut bukan terbuat dari spons atau kapas, melainkan es asli dari pabrik di Depok, sekelompok orang itu tetap bersikap agresif. Dagangannya diremas, diinjak hingga hancur, bahkan Suderajat mengaku mengalami pemukulan dan tendangan.
Akibat insiden tersebut, 150 buah es gabus rusak total dan tidak bisa dijual. Suderajat juga mengaku belum kembali berjualan selama tiga hari karena trauma dan khawatir kejadian serupa terulang.
“Saya sudah jualan es gabus hampir 30 tahun. Baru kali ini mengalami kejadian seperti ini,” ujar Suderajat.
Kasus ini bermula dari laporan seorang wiraswasta bernama M. Arief Fadillah (43) yang tinggal di Utan Panjang III, Kemayoran. Ia melaporkan dugaan penjualan makanan berbahaya berupa es gabus berbahan spons melalui call center 110.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi dan mengamankan sampel es gabus untuk diuji di laboratorium forensik.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi keselamatan masyarakat.
“Begitu laporan kami terima, petugas langsung melakukan pengecekan. Barang dagangan pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” kata Roby, Minggu (25/1/2026).
Setelah diperiksa Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya secara menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya.
Untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kepolisian juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
Di tengah polemik tersebut, es gabus kembali menjadi perbincangan. Jajanan legendaris ini dikenal luas sejak era 1970-an dan sering disebut sebagai es krim gabus atau ice cream wafer.
Dibuat dari campuran susu, gula, dan tepung, es gabus terkenal dengan teksturnya yang lembut, kenyal, dan menyegarkan, sehingga tetap digemari lintas generasi hingga kini.
Melansir laman Frisian Flag Indonesia berikut resep Es Gabus lembut dan mudah dibuat di rumah:
Bahan-bahan:
Es gabus dapat bertahan 1–2 bulan jika disimpan di freezer dengan cara yang benar. Gunakan plastik kedap udara atau wadah tertutup agar tidak menyerap bau makanan lain.
Pastikan es benar-benar beku sebelum disusun agar tidak saling menempel dan teksturnya tetap lembut saat disantap.
Tepung maizena bisa digunakan sebagai alternatif jika tidak tersedia tepung hunkwee. Meski berasal dari bahan berbeda maizena dari pati jagung dan hunkwee dari pati kacang hijau keduanya sama-sama mampu menghasilkan tekstur lembut.
Namun, hasil akhirnya sedikit berbeda, sehingga takaran perlu disesuaikan agar es gabus tetap kenyal dan tidak mudah hancur.
Untuk rasa yang lebih gurih dan kaya, gunakan Frisian Flag Susu Kental Manis Full Cream GOLD yang terbuat dari susu segar dan mengandung 9 vitamin serta 5 mineral penting.
Perpaduan rasa manis dan tekstur lembut es gabus akan terasa lebih nikmat, sekaligus mendukung kebutuhan energi harian keluarga.