
PURWOKERTO, SERAYUNEWS- Momen sidang tugas akhir mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University Purwokerto mendadak viral di media sosial.
Penyebabnya bukan hanya karena presentasi karya ilmiahnya, tetapi juga penampilan salah satu mahasiswa yang hadir mengenakan kostum lengkap bergaya black metal.
Melansir Instagram @ussfeeds, aksi tersebut pertama kali ramai setelah diunggah oleh salah seorang dosen melalui akun Threads @adit505. Unggahan itu kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, dan menuai ribuan komentar dari warganet.
Mahasiswa yang menjadi sorotan diketahui bernama Ragatama Ar-Rauf Rahmaputra. Ia mengikuti sidang tugas akhir dengan mengenakan pakaian serba hitam, riasan wajah (face paint), hingga atribut khas musik black metal.
Di balik penampilannya yang tidak biasa, terdapat konsep akademik yang telah dipersiapkan secara matang.
Ragatama mengangkat tema perancangan buku komik dokumenter mengenai band black metal asal Purwokerto, Santet. Karena topik penelitiannya berkaitan erat dengan identitas visual dan budaya musik black metal, ia memilih tampil sesuai karakter yang sedang dikaji.
Menariknya, konsep penampilan tersebut bukan sekadar inisiatif pribadi. Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu dosen pembimbing justru memberikan masukan agar presentasi tugas akhirnya dilakukan secara lebih total sehingga mampu memperkuat penyampaian konsep visual yang menjadi inti karya.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan karakter disiplin ilmu Desain Komunikasi Visual yang tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses kreatif, storytelling, serta kemampuan mahasiswa dalam membangun pengalaman visual kepada audiens.
Unggahan mengenai sidang unik tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Sebagian besar memberikan apresiasi atas keberanian dan kreativitas mahasiswa dalam mempresentasikan karya secara konsisten dengan tema yang diangkat.
Beberapa komentar bahkan menyebut aksi tersebut sebagai contoh “totalitas tanpa batas”, sementara yang lain menganggap pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana mahasiswa DKV mampu menggabungkan riset akademik dengan ekspresi visual secara kreatif.
Tidak sedikit pula pengguna media sosial yang bercanda bahwa mahasiswa tersebut “lulus dengan gelar metal” atau menyebut sidang tersebut sebagai salah satu sidang tugas akhir paling unik yang pernah mereka lihat.
Di waktu yang hampir bersamaan, akun resmi Program Studi DKV Telkom University Purwokerto juga mengunggah dokumentasi sidang tugas akhir sejumlah mahasiswanya.
Dalam unggahan tersebut, pihak program studi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta sidang yang telah menyelesaikan proses panjang mulai dari eksplorasi ide, revisi, hingga presentasi karya.
Program studi menilai setiap tugas akhir menjadi bukti kreativitas, ketekunan, dan kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia industri kreatif.
Fenomena mahasiswa mempresentasikan tugas akhir dengan pendekatan kreatif sebenarnya semakin banyak dijumpai, terutama pada bidang seni, desain, animasi, komunikasi visual, hingga industri kreatif.
Selama tetap memenuhi standar akademik, konsep presentasi yang selaras dengan tema penelitian justru dapat memperkuat penyampaian gagasan dan memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi penguji maupun audiens.
Kasus yang dialami Ragatama menunjukkan bahwa kreativitas tidak harus berhenti pada karya yang dipresentasikan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui cara penyampaiannya secara profesional dan relevan dengan materi penelitian.
Dengan konsep yang matang, sidang tugas akhir tidak hanya menjadi proses akademik, tetapi juga mampu menjadi ruang ekspresi sekaligus menunjukkan kompetensi mahasiswa sebagai calon praktisi industri kreatif.