
SERAYUNEWS- PT Vivo Mobile Indonesia mengawali tahun 2026 dengan langkah agresif di industri smartphone nasional.
Hal ini terkonfirmasi setelah sejumlah perangkat anyar dari Vivo dan sub-brand performanya, iQOO, resmi mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sertifikasi ini menjadi indikator kuat bahwa Vivo Group tengah mempersiapkan gelombang peluncuran besar di Indonesia dalam waktu dekat.
Berdasarkan data dari laman e-Sertifikasi milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), setidaknya lima perangkat Vivo Group telah lolos uji kepatuhan regulasi, termasuk iQOO 15R, Vivo V70 FE, dan iQOO Z11x 5G.
Langkah ini menegaskan komitmen Vivo untuk terus memperluas portofolio produknya di berbagai segmen harga.
Sertifikasi TKDN merupakan syarat mutlak sebelum perangkat elektronik dipasarkan secara legal di Indonesia.
Proses pendaftaran yang berlangsung bertahap sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 mengindikasikan bahwa Vivo Group telah memasuki tahap akhir persiapan, mulai dari produksi, distribusi, hingga strategi pemasaran lokal.
Keberhasilan memenuhi regulasi TKDN juga menunjukkan bahwa Vivo tidak sekadar membidik penjualan, tetapi juga memperkuat ekosistem manufaktur dan rantai pasok dalam negeri.
Salah satu perangkat yang paling menyita perhatian adalah iQOO 15R. Smartphone ini diproyeksikan sebagai varian lebih terjangkau dari lini iQOO 15, namun tetap membawa spesifikasi kelas atas.
Strategi ini menempatkan iQOO 15R sebagai flagship killer yang menyasar segmen menengah premium.
Berdasarkan bocoran yang beredar, iQOO 15R disebut merupakan versi rebrand dari iQOO Z11 Turbo yang lebih dulu meluncur di pasar Tiongkok. Pendekatan rebranding ini memungkinkan iQOO menghadirkan performa tinggi dengan harga yang lebih kompetitif untuk pasar Indonesia.
iQOO 15R dikabarkan mengusung layar LTPS OLED berukuran 6,59 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate tinggi hingga 144 Hz. Untuk dapur pacu, perangkat ini disebut akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 5, yang berada di kelas flagship generasi terbaru.
Pada sektor memori, iQOO 15R diperkirakan hadir dengan RAM LPDDR5X hingga 16 GB serta penyimpanan internal UFS 4.1 hingga 512 GB. Daya tahan menjadi nilai jual utama dengan baterai berkapasitas besar sekitar 7.600 mAh, yang dirancang untuk penggunaan intensif sepanjang hari.
Di sektor fotografi, iQOO 15R dikabarkan membawa kamera utama beresolusi 200 MP yang dipadukan dengan kamera tambahan 8 MP. Sementara itu, kamera depan disebut memiliki resolusi 32 MP untuk kebutuhan swafoto dan video call.
Kombinasi ini menjadikan iQOO 15R sebagai salah satu ponsel dengan spesifikasi kamera paling agresif di kelasnya.
Sebagai varian R, iQOO 15R diposisikan satu tingkat di bawah iQOO 15 reguler yang sudah lebih dulu meluncur. iQOO 15 mengusung spesifikasi lebih premium, termasuk layar AMOLED 2K, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, baterai 7.000 mAh, serta konfigurasi tiga kamera 50 MP.
Perbedaan ini memberi konsumen lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran, tanpa mengorbankan performa inti.
Mengacu pada harga pasar Tiongkok yang berada di kisaran 4.199 yuan atau sekitar Rp9,8 juta, iQOO 15R diprediksi akan dijual di bawah Rp8,5 juta saat masuk ke Indonesia.
Bandingkan dengan iQOO 15 yang dipasarkan mulai Rp11 jutaan hingga mendekati Rp16 juta untuk varian tertinggi.
Jika prediksi ini akurat, iQOO 15R berpotensi menjadi salah satu smartphone dengan rasio harga dan performa paling kompetitif di awal 2026.
Selain iQOO 15R, Vivo Group juga menyiapkan Vivo V70 FE dan iQOO Z11x 5G. Kedua perangkat ini telah terdaftar di berbagai lembaga sertifikasi internasional seperti SIRIM (Malaysia), EEC (Eropa), BIS (India), dan TÜV.
Meski detail spesifikasi resminya belum terungkap, kehadiran sertifikasi lintas negara menandakan peluncuran global yang semakin dekat.
Dengan rampungnya sertifikasi TKDN dan Postel, Vivo Group semakin memantapkan langkahnya untuk memperkuat eksistensi di pasar smartphone Indonesia pada awal 2026.
Kehadiran iQOO 15R dan Vivo V70 diproyeksikan akan menambah ketat persaingan, terutama di segmen menengah hingga premium, yang saat ini menjadi fokus utama pertumbuhan pasar.
Strategi menghadirkan beragam pilihan produk juga menunjukkan keseriusan Vivo dalam menjangkau kebutuhan konsumen yang semakin beragam, baik dari sisi performa, fitur, maupun harga.
Ke depan, perhatian publik kini tertuju pada jadwal peluncuran resmi serta detail spesifikasi dan harga yang akan diumumkan.
Jika strategi dan penetapan harga berjalan sesuai ekspektasi, Vivo Group berpeluang memperkuat pangsa pasar sekaligus menjaga daya saingnya di tengah ketatnya kompetisi industri smartphone nasional.