
SERAYUNEWS– Wakil Bupati (Wabup) Dimas Prasetyahani berpesan kepada Calon Pegawai Negeri Sipi (CPNS) Pemkab Purbalingga yang telah menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai PNS. Salah satu agar tidak dengan mudah menjadikan SK Pengangkatan untuk jaminan kredit.
“Kalau SK sudah di tangan, jangan buru-buru dijadikan jaminan kredit. Pikirkan matang-matang, itu kebutuhan atau hanya keinginan. Harus lebih bijak dalam membijaki,” pesannya saat menyerahkan SK Pengangkatan 39 orang CPNS Pemkab Purbalingga menjadi PNS, di Ruang Ardilawet Setda Kabupaten Purbalingga, Kamis (22/5/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Purbalingga, Dimas Prasetyahani mewakili Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif. Para ASN yang dilantik merupakan hasil seleksi Calon ASN Formasi Tahun 2024.
Plh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purbalingga, Bambang Widjonarko melaporkan, awalnya terdapat 40 CPNS yang dinyatakan lolos. Namun satu orang mengundurkan diri sehingga sebanyak 39 orang mengikuti pengambilan sumpah dan janji PNS.
“Sebanyak 39 orang telah mengisi jabatan dengan rincian 23 orang dalam jabatan fungsional dan 16 orang dalam jabatan pelaksana,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, seluruh peserta telah menjalani masa percobaan selama satu tahun, lulus pendidikan dan pelatihan (diklat), serta memenuhi syarat sehat jasmani dan rohani.
Dalam sambutannya, Wabup Dimas Prasetyahani mengucapkan selamat kepada para ASN yang kini resmi menyandang status PNS. Ia menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk komitmen moral dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang lebih penting dari sumpah tadi adalah kesanggupan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa untuk senantiasa melaksanakan seluruh tanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan dengan sebaik-baiknya,” kata Wabup.
Ia juga mengingatkan bahwa ASN merupakan pelayan masyarakat yang harus mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Para PNS baru diminta mampu menjalankan tugas secara optimal sesuai bidang masing-masing.
“Menjadi PNS jangan yang dipikirkan yang manis-manis saja. Ternyata kita punya tantangan yang sangat kompleks,” ujarnya.
Wabup turut mendorong para ASN memiliki semangat otonomi daerah dan kemandirian dalam membangun Purbalingga. Menurutnya, keterbatasan yang dimiliki daerah tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi.
“Mari kita bekerja penuh dengan totalitas dan kreativitas. Jangan terus-menerus menyalahkan keterbatasan atau bergantung pada pemerintah pusat. Mari kita optimalisasi sumber-sumber yang ada untuk mengakselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.