
SERAYUNEWS-Ratusan tim dari kalangan pelajar hingga komunitas gamer ambil bagian dalam ajang E-Sport Kapolres Cup yang digelar di Balai Budaya Banjarnegara, Sabtu (18/4/2026).
Kompetisi yang diinisiasi oleh Polres Banjarnegara bersama Esports Indonesia Kabupaten Banjarnegara ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga digital.
Sebanyak 208 tim turut berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Mereka terdiri atas 144 tim Mobile Legends dan 64 tim Free Fire. Masing-masing tim beranggotakan 4 hingga 5 pemain, dengan mayoritas peserta berasal dari kalangan pelajar.
Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi S, mengatakan bahwa e-sport saat ini menjadi salah satu cabang olahraga yang diminati generasi muda. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan ruang kompetisi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter. Kami ingin para peserta menjadi generasi yang disiplin, taat hukum, serta menjunjung tinggi sportivitas dan etika,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian dalam membangun kedekatan dengan generasi muda. Selain itu, mencegah potensi kenakalan remaja melalui kegiatan yang positif.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dan duta kamtibmas di lingkungan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Esports Indonesia Kabupaten Banjarnegara, Anugrah Elan Septian, menilai e-sport kini telah berkembang menjadi cabang olahraga yang diakui dan memiliki peluang karier profesional.
“Melalui ajang ini, kami berharap akan lahir atlet-atlet e-sport profesional dari Banjarnegara yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa Banjarnegara telah berhasil meloloskan dua tim untuk berlaga di ajang Porprov Jawa Tengah yang akan digelar pada Oktober mendatang. Untuk itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua, sangat dibutuhkan agar perkembangan e-sport semakin optimal.
“Masih ada anggapan bahwa e-sport hanya sekadar bermain gim. Padahal, ini adalah olahraga prestasi yang bisa mengharumkan daerah,” katanya.
Ajang Kapolres Cup ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp15 juta. Untuk masing-masing kategori, juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp3,5 juta, juara kedua Rp2,5 juta, dan juara ketiga Rp1,5 juta, serta sertifikat penghargaan.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, menegaskan bahwa e-sport kini telah menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai level, mulai dari Porprov, Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga ajang internasional seperti SEA Games.
“E-sport sudah diakui sebagai olahraga prestasi. Ini peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang dan berkompetisi secara profesional,” katanya.