Kamis, 21 Oktober 2021

Warga Kaget Ada Sistem Ganjil Genap Menuju Objek Wisata Baturraden

Pelaksanaan sistem ganjil genap menuju objek wisata Baturraden. (Shandi)

Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Banyumas tengah memberlakukan sistem ganjil genap untuk menuju wilayah wisata Baturraden. Untuk memberlakukan sistem tersebut, mereka melakukan sejumlah penyekatan. Meski bertujuan untuk mengurangi penyebaran Covid-19, penyekatan tersebut mendapatkan berbagai respons dari masyarakat, dari mulai yang setuju hingga ada yang kurang setuju.


Purwokerto, serayunews.com

Irham Budi (29), warga Kabupaten Brebes yang hendak berlibur ke Baturraden mengaku belum mengetahui jika ada sistem ganjil genap bagi kendaraan yang hendak menuju ke Baturraden.

“Saya tidak tahu, jadi saya berangkat saja ke sini. Eh tapi tadi diberhentikan sama Pak Polisi, katanya untuk pelat nomor genap di suruh balik dulu, besok baru boleh main ke Baturraden. Saya si nggak masalah, kalau itu peraturannya,” ujar dia saat berada di Simpang Tiga Pabuaran, Sabtu (25/9).

Irham mengaku, dirinya kebetulan menginap di hotel Purwokerto, sehingga dirinya tidak begitu mempermasalahkan hal tersebut. Karena dia juga berada di Purwokerto hingga dua hari ke depan.

“Sebenarnya hari ini ke sini, karena ada wisuda saudara, jadi niatnya sekalian wisata di Baturraden,” katanya.

Berbeda dengan M Zaki (33), warga Gombong, Kabupaten Kebumen, yang mengaku tidak tahu menahu jika ada sistem ganjil genap. Sehingga dirinya berharap adanya sosialisasi yang lebih dari pemerintah terkait hal tersebut.

“Kalau gini masa saya harus balik lagi sama keluarga. Kecewa ya sedikit kecewa, tapi mau bagaimana lagi itu sudah peraturannya. Ya sudah liburan ke Purwokerto saja,” ujarnya.

Sementara itu menurut Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim melalui Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Ari Prayitno, penyekatan tersebut dilakukan sebagai upaya menurunkan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Banyumas.

“Intinya memang dalam rangka menurunkan level PPKM, sekaligus memutus rantai penyebaran Covid-19. Kita tidak ingin, level PPKM justru mengalami kenaikan,” kata dia.

Hingga siang hari, menurut Kasat Lantas, respons masyarakat yang hendak ke Baturraden dan diminta untuk putar arah cukup baik. Karena mereka sadar terkait peraturan selama PPKM ini.

“Sebenarnya bukan tidak bisa ke Baturraden, bisa saja, tetapi besok. Jadi mereka akhirnya mencari wisata di Purwokerto. Respons mereka juga baik sebenarnya, saat kami berikan imbauan juga mereka pun mau,” ujarnya.

Terkait adanya kemungkinan sistem ganjil genap diperpanjang pada minggu berikutnya, menurut Kasat pihaknya akan melakukan evaluasi selama dua hari ini terlebih dahulu. Jika memang hasil evaluasi dirasa cukup efektif sitem ganjil genap tersebut, maka tidak menutupi kemungkinan bakal diperpanjang.

“Kita sudah koordinasi dengan Pemkab Banyumas, dishub juga ikut penyekatan di beberapa titik-titik. Kita lihat ke depannya, dalam dua hari ini,” kata dia.

Pada sistem ganjil genap tersebut, penyekatan dilakukan di Simpang Langen Tirto (jalur utama), simpang Kebumen (jalur Barat), bundaran Pringsewu Baturraden dan Simpang tiga Limpakuwus (jalur Timur).

Berita Terkait

Berita Terkini