
SERAYUNEWS – Warga RW 08 Dusun Nusa Indah, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, berharap jalan irigasi yang selama ini menjadi akses utama masyarakat segera mendapat perhatian pemerintah. Jalan sepanjang sekitar 1,3 kilometer dengan lebar 2,5 meter itu kini kondisinya rusak dan rawan longsor.
Selama puluhan tahun, jalan tersebut dibangun secara swadaya oleh warga. Namun, biaya perbaikan yang terus dilakukan dinilai semakin membebani masyarakat.
Ketua RW 08 Dusun Nusa Indah, Kamsi Gautama mengatakan jalan itu awalnya merupakan tanggul irigasi milik PSDA Provinsi Jawa Tengah. Karena menjadi jalur penting mobilitas warga, masyarakat kemudian berinisiatif memperlebar sekaligus membangun jalan secara bertahap dengan dana swadaya.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini semakin memprihatinkan. Selain rusak di sejumlah titik, bagian bahu jalan juga rawan longsor sehingga membahayakan pengguna jalan.
“Tentu ini menjadi beban bagi warga. Setiap jalan rusak atau longsor, masyarakat harus memperbaiki lagi secara swadaya. Lama-kelamaan warga merasa keberatan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Ia menyebut jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung warga sekitar menuju sejumlah wilayah lain. Karena itu, warga berharap ada campur tangan pemerintah agar pembangunan tidak lagi sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.
Kamsi mengungkapkan pihaknya bersama pemerintah desa telah mengusulkan pembangunan jalan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). Proposal pengajuan disebut sudah dikirim ke Kodim Cilacap dan kini tinggal menunggu tindak lanjut.
“Kami sudah mengusulkan melalui proposal ke Kodim. Harapan warga tentu bisa segera terealisasi karena kondisi jalannya sudah rusak sekali,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Nusa Indah, Riyanto. Ia mengatakan masyarakat selama ini cukup aktif bergotong royong mengumpulkan dana pembangunan jalan.
Bahkan, setiap tahun warga disebut mampu mengumpulkan dana swadaya hingga Rp25 juta untuk memperbaiki akses jalan tersebut.
“Warga kami taat membayar pajak. Jadi kami berharap wilayah ini juga mendapat perhatian, terutama terkait pembangunan jalan,” katanya.
Sementara itu, Kasi Kesra Desa Menganti, Yudiantoro membenarkan kondisi jalan irigasi tersebut memang membutuhkan penanganan serius. Pemerintah desa, kata dia, sudah menindaklanjuti keluhan warga dengan mengusulkan program TMMD.
Ia berharap Desa Menganti dapat masuk prioritas pelaksanaan TMMD mendatang agar pembangunan jalan bisa segera direalisasikan.
“Jalan ini sangat dibutuhkan karena menjadi akses penghubung antarwilayah, termasuk menuju Desa Kuripan dan Tritih Wetan,” ucapnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera turun tangan. Sebab jika kerusakan terus dibiarkan, jalan irigasi tersebut dikhawatirkan semakin parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.