
SERAYUNEWS – Flu yang tidak kunjung membaik selama beberapa hari dan disertai gejala berat perlu diwaspadai.
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi influenza A (H3N2) subclade K, yang saat ini populer disebut sebagai “super flu”. Varian ini dilaporkan sedang meningkat di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Istilah “super flu” muncul karena pola penyebarannya dinilai lebih cepat akibat perubahan genetik baru, sehingga sistem kekebalan sebagian orang belum sepenuhnya mengenali jenis virus ini.
Meski begitu, istilah tersebut bukanlah terminologi medis resmi, melainkan sebutan populer di masyarakat.
Sebagian warga bahkan mengaitkannya dengan virus baru yang dianggap lebih berbahaya dibandingkan Covid-19.
Namun, otoritas kesehatan menegaskan bahwa varian ini masih termasuk keluarga influenza musiman, meski memiliki mutasi genetik yang perlu diwaspadai.
Virus “super flu” merujuk pada subclade K dari virus influenza A(H3N2), yaitu varian influenza yang mengalami perubahan struktur genetik.
Varian ini pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kemudian terdeteksi di lebih dari 80 negara.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mendeteksinya melalui sistem pemantauan nasional Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Berdasarkan hasil whole genome sequencing, hingga saat ini belum ditemukan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan influenza musiman lainnya, meskipun laju penularannya relatif cepat.
Covid-19 dan influenza sama-sama menyerang saluran pernapasan dan memiliki gejala yang hampir serupa, seperti:
Kesamaan gejala ini membuat banyak orang sulit membedakan antara flu biasa, super flu, dan Covid-19, terutama pada masa pancaroba ketika daya tahan tubuh cenderung menurun.
Oleh karena itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan bila gejala berlangsung berat atau berkepanjangan.
Mengutip CDC, terdapat beberapa perbedaan penting antara influenza (termasuk subclade K) dan Covid-19:
Upaya pencegahan yang dianjurkan meliputi:
Langkah-langkah ini juga efektif dalam menekan penularan Covid-19, mengingat kedua penyakit sama-sama menyebar melalui droplet dan udara.