Kamis, 21 Oktober 2021

Wow! Sebelum Rambut Gimbalnya Dipotong, Bocah asal Ajibarang Ini Minta Mobil, Begini Kisahnya

Prosesi pemotongan rambut gimbal. (Shandi)

Prosesi pemotongan rambut gimbal anak di wilayah Wisata Dieng memang cukup terkenal baik wisatan lokal maupun nasional bahkan hingga ke mancanegara. Namun, ternyata prosesi pemotongan rambut gimbal juga ada di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang. Seorang anak perempuan yang diklaim memiliki rambut gimbal, ketika hendak dipotong meminta mi ayam dan mobil.


Purwokerto, serayunews.com

Bocah rambut gimbal itu bernama Marisca Asri Ahyara (4), warga Desa Pandasari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Dia adalah buah hati dari pasangan Rudi Siswanto dan Miskiyah. Menurut keterangan Miskiyah, awalnya dia tidak menyadari jika anaknya memiliki rambut gimbal. Sebab, jika dilihat sepintas akan terlihat rambut normal seperti pada anak umumnya.

Namun, saat dirinya mulai membelai dan memperhatikan secara seksama, ternyata rambut anaknya menggimbal, mirip seperti konde. Bahkan, rambut gimbal tersebut semakin lebat saat anaknya menginjak usia empat tahun.

“Munculnya waktu usia dua tahun, terus tumbuh lebat, panjangnya sampai kurang lebih 15 cm,” ujar dia.

Miskiyah sendiri memang keturunan masyarakat Wonosobo. Dengan mengikuti tradisi adat di daerahnya dia pun mengikuti adat di Wonosobo, meski sekarang tinggal di Kabupaten Banyumas. Sehingga ada upacara atau tradisi pemotongan rambut gimbal. Dimana seperti anak gimbal di Wonosobo, sebelum dipotong, keluarga atau orang tua anak tersebut wajib memenuhi permintaan si anak.

“Saat ditanya minta makan mie ayam dan mobil. Jadi kami belikan mie ayam dan mobil (Suzuki Aerio, red),” ujar dia.

Setelah permintaan anak gimbal tersebut dipenuhi, prosesi ruwatan atau pemotongan rambut gimbal pun dilakukan. Bahkan menurutnya prosesi tersebut juga untuk memperkenalkan masyarakat Banyumas terkait adat tersebut. Ada isak tangis pada saat pemotongan tersebut, hingga proses pemotongan rambut selesai, potongannya pun dibungkus kain mori oleh sesepuh desa, hingga kemudian di tanam di belakang rumah.

Sementara itu Marisca merasa senang karena rambutnya dipotong. Karena menurutnya, Ia ingin rambutnya dipotong pendek seperti saudaranya.

“Pengin seperti rambut kakak yang pendek,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini