
SERAYUNEWS-Perjuangan mewujudkan ketahanan pangan menggema sampai ke pelosok desa. Salah satunya dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sumber Agung Sejahtera (SAS) Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, yang mengembangkan budidaya melon premium dengan sistem hidroponik di dalam greenhouse.
Direktur BUMDesa SAS, Vandi Romadhon, Senin (11/5/2026) mengatakan pemilihan budidaya melon hidroponik dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, salah satunya karena kondisi alam Desa Bojong dinilai sangat mendukung pengembangan pertanian hortikultura.“Program ini searah dengan mandatori Presiden terkait ketahanan pangan. Kami memilih melon karena kondisi alam Bojong cocok dan potensi keberlanjutan usahanya juga cukup tinggi,” kata Vandi.
Menurutnya, budidaya melon hidroponik di dalam greenhouse memiliki banyak keunggulan, baik dari sisi perawatan tanaman maupun kualitas hasil panen.“Budidaya melon hidroponik dalam greenhouse mampu menghasilkan buah yang lebih manis, seragam, dan berkualitas tinggi dengan produktivitas yang lebih optimal karena nutrisi, iklim, dan lingkungan tanam dapat dikendalikan secara presisi,” ujarnya.
Saat ini, BUMDesa SAS memiliki dua unit greenhouse dengan kapasitas masing-masing sekitar 400 tanaman melon. Total terdapat sekitar 800 pohon melon premium yang dibudidayakan.“Greenhouse kami saat ini ada dua unit dengan total kapasitas sekitar 800 pohon. Di sana kami menanam berbagai varietas melon premium,” lanjutnya.

Vandi menjelaskan, saat ini budidaya melon memasuki musim tanam kedua sejak unit usaha tersebut dijalankan. Sebelumnya, BUMDesa telah menanam varietas Golden Aroma dan White Kirin. Pada musim tanam kali ini, varietas yang dibudidayakan antara lain Sweet Lavender, Kirani, dan White Kirin.“Melon itu sekitar 70 hari sudah bisa dipanen. Harapannya ke depan Desa Bojong bisa dikenal sebagai desa penghasil melon berkualitas,” jelasnya.
Selain untuk pengembangan usaha dan ketahanan pangan, budidaya melon hidroponik tersebut juga diarahkan sebagai penunjang desa wisata. Nantinya, saat masa panen tiba, greenhouse akan dibuka untuk wisata petik melon sekaligus sarana edukasi pertanian modern.“Tujuan lainnya untuk mendukung desa wisata, karena Desa Bojong sedang merintis menjadi desa wisata. Wisata petik melon ini diharapkan bisa menjadi daya tarik baru sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat,” pungkasnya.