
SERAYUNEWS- Hari Raya Idul Fitri bukan hanya momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Dalam tradisi Islam, hari besar ini juga diiringi berbagai amalan sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penyempurna ibadah dan ungkapan syukur kepada Allah SWT.
Berbagai amalan tersebut memiliki nilai spiritual yang mendalam. Mulai dari memperbanyak takbir, mandi sunnah sebelum salat Id, hingga saling memaafkan antar sesama muslim.
Praktik-praktik ini telah menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun di berbagai negara muslim, termasuk Indonesia. Selain memperkuat hubungan manusia dengan Allah, amalan sunnah Idul Fitri juga mempererat hubungan sosial.
Momentum ini menjadi kesempatan untuk membersihkan hati, memperkuat silaturahmi, serta menyebarkan kebahagiaan kepada sesama. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Perayaan Idul Fitri berkaitan erat dengan selesainya ibadah puasa Ramadhan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menyempurnakan bilangan puasa serta memperbanyak takbir sebagai ungkapan syukur.
Firman Allah dalam Al-Qur’an:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلَىٰ مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menjadi landasan utama umat Islam untuk memperbanyak takbir sejak malam Idul Fitri hingga menjelang salat Id.
Dalil lain yang sering dikaitkan dengan nilai kemenangan spiritual adalah:
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan dirinya, dan dia mengingat nama Tuhannya lalu dia salat.”
(QS. Al-A’la: 14–15)
Ayat tersebut ditafsirkan oleh sebagian ulama sebagai gambaran keberuntungan bagi orang yang membersihkan diri, menunaikan zakat, dan melaksanakan salat Id.
Berikut sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan umat Islam saat Idul Fitri.
1. Mengumandangkan Takbir Sejak Malam Idul Fitri
Takbir merupakan simbol kemenangan dan rasa syukur atas selesainya ibadah puasa Ramadhan. Umat Islam dianjurkan mengumandangkan takbir mulai malam Idul Fitri hingga sebelum salat Id dilaksanakan.
Lafaz takbir yang umum dibaca adalah:
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Takbir dapat dilakukan di masjid, rumah, atau dalam perjalanan menuju tempat salat Id.
2. Mandi Sunnah Sebelum Salat Id
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mandi sebelum berangkat melaksanakan salat Idul Fitri. Tujuannya adalah menjaga kebersihan dan menampilkan diri dalam keadaan terbaik di hari raya.
Dalam berbagai riwayat, para sahabat Nabi juga mencontohkan kebiasaan mandi sebelum salat Id sebagai bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam.
3. Mengenakan Pakaian Terbaik
Pada hari raya, umat Islam dianjurkan memakai pakaian terbaik yang dimiliki. Rasulullah SAW juga dikenal memiliki pakaian khusus yang dikenakan saat hari raya dan salat Jumat.
Tradisi ini mencerminkan kegembiraan sekaligus bentuk penghormatan terhadap momentum ibadah besar umat Islam.
4. Memakai Wewangian
Bagi laki-laki, memakai parfum atau wewangian sebelum pergi salat Id merupakan sunnah. Hal ini bertujuan agar umat Islam tampil bersih dan wangi saat berkumpul dalam ibadah bersama.
Namun penggunaan wewangian bagi perempuan dianjurkan tetap memperhatikan batasan syariat.
5. Makan Sebelum Berangkat Salat Id
Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri umat Islam dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Id. Rasulullah SAW biasanya memakan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil.
Hadis riwayat menyebutkan Nabi tidak berangkat salat Id sebelum memakan kurma terlebih dahulu.
6. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat
Rasulullah SAW juga menganjurkan berjalan kaki menuju tempat salat Id jika memungkinkan. Selain menambah pahala, kebiasaan ini memperlihatkan semangat kebersamaan umat Islam.
Dalam beberapa riwayat disebutkan Nabi berjalan kaki ketika menuju tempat salat Id.
7. Mengambil Rute Berbeda Saat Berangkat dan Pulang
Salah satu sunnah yang cukup unik adalah mengambil jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari tempat salat Id. Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Para ulama menafsirkan bahwa sunnah ini bertujuan memperluas syiar Islam dan memperbanyak pertemuan serta silaturahmi.
8. Melaksanakan Salat Idul Fitri
Salat Id merupakan inti ibadah pada hari raya. Salat ini dilakukan dua rakaat dengan khutbah setelahnya dan dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan.
Momentum salat Id juga menjadi simbol persatuan umat Islam dalam merayakan kemenangan spiritual setelah Ramadhan.
9. Saling Mengucapkan Selamat dan Mendoakan
Tradisi saling mengucapkan selamat hari raya dan mendoakan sesama muslim juga termasuk sunnah yang berkembang sejak masa sahabat Nabi.
Ucapan yang populer di kalangan umat Islam adalah:
تَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنكُمْ
Artinya:
“Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”
10. Menjalin Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Idul Fitri identik dengan tradisi saling memaafkan. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki hubungan sosial yang mungkin sempat renggang.
Silaturahmi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menebarkan kebahagiaan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.
Amalan sunnah Idul Fitri tidak sekadar tradisi, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam. Melalui ibadah dan kebiasaan tersebut, umat Islam diajak untuk mensyukuri nikmat Allah setelah menjalani latihan spiritual selama Ramadhan.
Selain itu, praktik sunnah tersebut juga memperkuat nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali kepada kesucian. Hari raya ini menjadi simbol kemenangan spiritual bagi umat Islam yang berhasil menahan hawa nafsu selama bulan Ramadhan.
Dengan menjalankan berbagai amalan sunnah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, umat Islam diharapkan tidak hanya merayakan hari raya secara meriah, tetapi juga menjaga nilai-nilai spiritualnya.
Idul Fitri pada akhirnya bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum refleksi diri bagi setiap muslim. Amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW menjadi panduan agar perayaan hari raya tetap sarat dengan nilai ibadah.
Dengan menjalankan sunnah-sunnah tersebut, umat Islam tidak hanya meraih kebahagiaan lahiriah, tetapi juga memperkuat kualitas spiritual setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadhan.