
CILACAP, SERAYUNEWS – Sebanyak 14 pasien penderita bibir sumbing dan celah langit-langit mendapatkan layanan operasi gratis di RSUD Cilacap pada Jumat-Sabtu (21-22/8/2026). Program sosial bidang kesehatan ini menyasar pasien dari berbagai kelompok usia, mulai bayi berusia tiga bulan hingga lansia berumur 61 tahun.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara RSUD Cilacap, Smile Train, dan Ngabila Community Care. Pembukaan program operasi gratis dilakukan oleh Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya di Aula Lantai III RSUD Cilacap, Jumat (21/8/2026).
Plt Direktur RSUD Cilacap dr Reza Prima Muharama menjelaskan, sebanyak 14 pasien yang mengikuti program tersebut memiliki beragam diagnosis. Rinciannya, lima pasien dengan bibir sumbing, lima pasien celah langit-langit, dua pasien mengalami kombinasi keduanya, serta dua pasien menjalani tindakan revisi bibir sumbing.
“Jumlah pasien sampai hari ini sebanyak 14 orang, dengan usia termuda tiga bulan dan tertua 61 tahun,” kata Reza.
Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan proses skrining kesehatan dan persiapan operasi. Selanjutnya pasien menjalani tindakan pembedahan yang dilanjutkan dengan observasi pascaoperasi oleh tim medis.
Sementara pada hari kedua, pasien mendapatkan kunjungan lanjutan, edukasi kesehatan, serta penyuluhan mengenai perawatan luka untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Reza menuturkan, bibir sumbing dan celah langit-langit tidak hanya berdampak pada kondisi fisik seseorang. Kelainan tersebut juga dapat memengaruhi kemampuan makan, berbicara, proses tumbuh kembang anak, hingga kepercayaan diri pasien dalam berinteraksi sosial.
Karena itu, menurutnya, program operasi gratis ini memiliki nilai kemanusiaan yang lebih luas dibanding sekadar tindakan medis.
“Kegiatan operasi gratis ini bukan sekadar tindakan medis atau pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, ini upaya untuk mengembalikan senyum, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membuka harapan bagi anak-anak dan keluarga mereka,” ujarnya.
Ia berharap layanan tersebut dapat membantu pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik setelah menjalani operasi.
Ketua Tim Medis Ngabila Community Care Riyantoko mengatakan, Smile Train merupakan organisasi amal internasional yang berfokus memberikan layanan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis.
Tak hanya mendukung pembiayaan operasi, program tersebut juga membantu peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal serta menyediakan layanan perawatan yang komprehensif bagi pasien.
Menurut Riyantoko, hingga saat ini pihaknya telah memberikan layanan kepada sekitar 8.000 pasien bibir sumbing di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu anak-anak yang membutuhkan secara berkelanjutan,” katanya.
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara rumah sakit, organisasi sosial, dan komunitas dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang membutuhkan tindakan medis namun memiliki keterbatasan biaya.
“Berapapun kontribusi bantuan dari berbagai pihak, baik NGO, komunitas maupun masyarakat, tentu sangat berarti bagi kami,” ujar Ammy.
Ammy juga mengingatkan para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak setelah menjalani operasi. Ia berharap perubahan kondisi fisik yang lebih baik dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih cerah.
“Semoga setelah operasi kondisi fisiknya membaik, memberikan kepercayaan diri dan tentu akan memengaruhi masa depannya,” katanya.