Kamis, 6 Oktober 2022

199 Desa di Banjarnegara Berisiko Longsor dan Pergerakan Tanah, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan.

Kepsyen : Kalaksa BPBD Banjarnegara bersama jajaran Muspida saat melihat peralatan dan perlengkapan penanganan kebencanaan usai Apel Pasukan di Alun-alun Banjarnegara, Jumat (23/9/2022) foto : maula

BPBD Banjarnegara menggelar apel pasukan sebagai upaya kewaspadaan guna meminimalisir risiko bencana. Apalagi, banyak desa di Banjarnegara yang berpotensi alami longsor dan pergerakan tanah.


Banjarnegara, Serayunews.com

Gelar pasukan berlangsung di Alun-alun Banjarnegara, Jumat (23/9/2022). Gelar pasukan ini untuk kesiapan pasukan, alat kelengkapan, dan peralatan lain dalam penanganan bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto mengatakan, wilayah Kabupaten Banjarnegara memiliki ancaman longsor dan pergerakan tanah dengan risiko tinggi. Risiko tersebut ada di 199 desa.

Apalagi, katanya, saat ini sudah kembali masuk pada musim penghujan sesuai dengan prakiraan cuaca yang BMKG. Untuk itu, Aris mengatakan, butuh peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tinggi untuk mengurangi risiko jika terjadi bencana.

“Apel ini bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Banjarnegara,” katanya.

Sementara itu, Pj Bupati Tri Harso Widirahmanto mengatakan, perlunya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana. Salah satunya adalah melalui apel kesiapsiagaan bencana.

Apel ini, kata dia, menjadi momentum yang tepat bagi pelaksana penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi semua unsur. Unsur itu adalah Pemkab, TNI, Polri, dunia usaha dan semua unsur relawan.

Selain itu, kegiatan apel ini juga merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta gotong royong seluruh elemen masyarakat terhadap kemungkinan terjadi bencana.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam memberikan rasa aman dalam upaya mengurangi risiko bencana pada masyarakat. Terutama yang hidup di daerah rawan bencana,” katanya

Menurutnya, bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Namun bisa melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak-dampak yang akan timbul dari bencana.

Tri Harso mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk selalu waspada terutama saat curah hujan tinggi. Dia juga meminta BPBD untuk terus melakukan edukasi serta penguatan mitigasi dan kedaruratan bencana kepada masyarakat.

Berita Terpopuler

Berita Terkini