
SERAYUNEWS – Simak caption Hari Memompa ASI Sedunia yang menjadi momen penting untuk mengapresiasi perjuangan para ibu.
Lantaran, memilih jalan memompa ASI demi memastikan kebutuhan nutrisi terbaik bagi buah hati tetap terpenuhi.
Peringatan ini jatuh setiap 27 Januari dan dirayakan oleh komunitas ibu menyusui di berbagai belahan dunia.
Meski sering dilakukan secara senyap dan tidak selalu terlihat, aktivitas memompa ASI membutuhkan waktu, energi, konsistensi, serta komitmen yang luar biasa.
Karena itulah, Hari Memompa ASI Sedunia hadir sebagai ruang untuk memberi pengakuan, dukungan, sekaligus edukasi tentang pentingnya peran ibu pemompa ASI.
Hari Memompa ASI Sedunia atau World Pumping Day diperingati setiap 27 Januari.
Peringatan ini bertujuan untuk mengakui dedikasi ibu yang memompa ASI, baik karena kondisi medis, tuntutan pekerjaan, maupun situasi tertentu yang membuat pemberian ASI secara langsung tidak memungkinkan.
Dikutip dari laman National Today, ASI adalah hal pertama yang dicicipi bayi. ASI membentuk ikatan yang kuat antara ibu dan anak.
Ikatan tersebut tetap terjaga meskipun ASI diberikan melalui hasil pompa, karena esensi kasih sayang dan nutrisi tetap sama.
Pada awalnya, pompa ASI bukanlah alat yang digunakan secara luas seperti saat ini.
Pompa ASI pertama kali dikembangkan sebagai perangkat medis untuk membantu mengatasi puting susu terbalik serta mendukung bayi yang lahir prematur atau terlalu lemah untuk menyusu secara langsung.
Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 1991 ketika produsen asal Swiss, Medela, memperkenalkan pompa ASI bertenaga listrik dengan sistem vakum.
Inovasi ini menjadi tonggak penting karena pompa ASI tidak lagi terbatas pada penggunaan di rumah sakit, tetapi juga dapat digunakan secara mandiri di rumah.
Seiring waktu, teknologi pompa ASI semakin berkembang. Kini, tersedia berbagai jenis pompa ASI, manual, elektrik, hingga hands-free, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi ibu menyusui, khususnya ibu bekerja.
Hari Memompa ASI Sedunia pertama kali ditetapkan pada tahun 2017 oleh Wendy Armbruster, seorang ibu yang juga aktif menyuarakan dukungan bagi komunitas ibu pemompa ASI.
Sejak ditetapkan, peringatan ini terus mendapat perhatian luas dan kini telah memasuki tahun ke-7.
Momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa memompa ASI adalah bagian dari perjalanan menyusui yang sah, bermakna, dan patut diapresiasi setara dengan menyusui secara langsung.
Dalam artikel-artikel terbaru seputar kesehatan ibu dan anak, disebutkan bahwa dukungan emosional dan lingkungan kerja yang ramah menyusui berperan besar dalam keberhasilan pemberian ASI.
Ibu pemompa ASI membutuhkan lebih dari sekadar alat, tetapi juga pemahaman dari keluarga, tempat kerja, dan masyarakat.
Fasilitas ruang laktasi, waktu memompa yang fleksibel, serta edukasi tentang ASI perah menjadi faktor penting agar ibu dapat menjalani perannya tanpa tekanan berlebih.
Hari Memompa ASI Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi juga pengingat bahwa setiap perjuangan ibu layak dihargai.
Baik menyusui langsung maupun melalui ASI perah, keduanya sama-sama memberikan nutrisi terbaik dan cinta tanpa syarat bagi buah hati.***