
SERAYUNEWS – Persibas Banyumas dipastikan gagal lolos otomatis ke putaran nasional Liga 4 Jawa Tengah setelah tersingkir di babak delapan besar usai kalah 0–1 dari Persak Kebumen. Meski demikian, peluang Laskar Bawor untuk tampil di putaran nasional masih terbuka.
Ketua Umum Persibas Banyumas, Trisno Sudarso, menyebut hingga kini belum ada kepastian jumlah kuota tim Jawa Tengah yang akan berlaga di putaran nasional Liga 4. Hal itu ia sampaikan setelah berkoordinasi dengan Asprov PSSI Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026).
“Kita lihat perkembangan. Kemarin pasca pertandingan habis magrib saya langsung koordinasi dengan Sekjen Asprov PSSI Jateng. Kalau mengacu tahun sebelumnya yang lolos putaran nasional hanya empat tim, sekarang kita kan masuk delapan besar Jawa Tengah,” kata Trisno.
Menurut Trisno, hingga saat ini masih terdapat berbagai kemungkinan terkait penentuan kuota tim yang mewakili Jawa Tengah di putaran nasional.
“Saya tanya ke Asprov pun belum bisa jawab berapa tim yang mewakili Jawa Tengah dalam putaran nasional, karena itu keputusan PSSI pusat,” ujarnya.
Dengan kondisi regulasi yang belum jelas, manajemen Persibas Banyumas memutuskan untuk bersikap menunggu sambil memantau perkembangan kebijakan dari federasi.
“Jadi belum ada kepastian. Mungkin bisa dikatakan nanti tim dibubarkan dulu sambil memantau perkembangan. Kita yang penting sudah memberikan pemahaman kepada pelatih dan pemain, mudah-mudahan ada kabar baik,” kata dia.
Trisno menyebut, peluang Persibas Banyumas untuk tampil di putaran nasional akan terbuka lebar apabila kuota Jawa Tengah ditetapkan hingga delapan tim.
“Kalau kabar baiknya kuota Jawa Tengah delapan, otomatis kita masuk putaran nasional. Di putaran nasional itu sudah ada aturan bisa nambah pemain, mengurangi pemain, atau mengganti pemain, itu boleh. Kita bisa lakukan evaluasi,” katanya.
Trisno menilai belum seragamnya pelaksanaan kompetisi Liga 4 di sejumlah provinsi menjadi salah satu penyebab belum diumumkannya kepastian putaran nasional.
“Belum ada kepastian karena sampai sekarang ada beberapa provinsi yang belum menggelar Liga 4. Harapan kami ke depan, saat Liga 4 digelar di masing-masing provinsi, seharusnya dari PSSI sudah memberikan pandangan soal kuota yang lolos ke putaran nasional, supaya tidak membingungkan tim peserta,” ujar dia.
Ketidakpastian regulasi tersebut, lanjut Trisno, membuat posisi Persibas berada dalam situasi yang serba ragu meskipun telah menembus babak delapan besar Jawa Tengah.
“Kita dari Persibas jadi ada keraguan. Kita sudah masuk delapan besar, tapi kuota Jawa Tengah ke putaran nasional belum tahu. Asprov dulu sempat bilang lagi memperjuangkan Jawa Tengah jadi delapan tim,” kata dia.
Sambil menunggu keputusan resmi dari PSSI, Persibas Banyumas akan mengalihkan fokus ke program pembinaan usia dini.
“Sementara dibubarkan dulu, kita juga ada program lain untuk pembinaan. Saya dari Askab PSSI Banyumas, insyallah setelah Lebaran sekitar bulan April akan digelar Liga SSB U-15 dan U-17,” ujarnya.
Menurut Trisno, pembinaan menjadi fondasi utama keberlanjutan prestasi sepak bola Banyumas.
“Sepak bola Banyumas harus jalan, pembinaan harus jalan,” ujar dia.