
SERAYUNEWS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas resmi mengusulkan pengkajian ulang terhadap proyeksi potensi pendapatan parkir daerah. Langkah ini diambil setelah serangkaian evaluasi lapangan mengungkap adanya diskrepansi signifikan antara basis data resmi dengan kondisi riil di jalanan, baik dari segi jumlah personel maupun titik parkir.
Kepala Seksi Perparkiran Dishub Banyumas, Fadhil Jamaluddin Nur Rozaq, S.STP., MAP, menjelaskan bahwa penertiban rutin yang dilakukan pihaknya justru menemukan fenomena menarik. Jumlah juru parkir (jukir) yang beroperasi jauh melampaui angka yang terdata.
“Penertiban terus kami lakukan. Dari hasil tersebut, jumlah juru parkir ternyata lebih banyak dari yang tercatat sebelumnya,” katanya, Kamis (19/03/2026).
Temuan jukir “non-data” ini menjadi kunci penting untuk memutakhirkan basis data demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski begitu, Fadhil mengingatkan masyarakat bahwa pengelolaan parkir di Banyumas terbagi dalam beberapa otoritas. Tidak semua titik parkir berada di bawah payung Dishub.
Dia menjelaskan bahwa untuk pasar tradisional pengelolaan parkir ada dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Rumah Sakit dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Objek Wisata & Aset Tertentu menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Publik perlu memahami bahwa tidak semua titik parkir masuk ke Dishub. Ada yang dikelola dinas lain maupun provinsi,” jelasnya.
Tahun ini, Dishub Banyumas menghadapi tantangan besar dengan target pendapatan sebesar Rp7 miliar. Namun, Fadhil bersikap realistis mengingat capaian pada triwulan pertama baru menyentuh angka Rp600 juta.
Berikut adalah perbandingan performa pendapatan parkir Banyumas dalam beberapa tahun terakhir:
Tahun: 2024
Target: Rp1,5 Miliar
Realisasi: Rp1,3 Miliar
Keterangan: –
Tahun: 2025
Target: Rp5 Miliar
Realisasi:Rp1,9 Miliar
Keterangan: Naik 46% dari tahun sebelumnya
Tahun: 2026
Target: Rp7 Miliar
Realisasi: Rp600 Juta
Keterangan: Data per Maret 2026
“Kalau melihat kondisi saat ini, target Rp7 miliar kemungkinan tidak tercapai. Tapi kami optimistis tetap ada peningkatan dibanding tahun lalu,” kata dia.
Guna menekan kebocoran dan mengejar ketertinggalan target, Dishub Banyumas menyiapkan dua strategi utama, yakni reorganisasi titik parkir: Penataan ulang lokasi parkir, termasuk menyasar area ritel modern dan minimarket.
Ekspansi Wilayah: Pemerataan pengelolaan di 27 kecamatan. Jika sebelumnya hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan kecamatan tertentu (seperti Kalibagor, Pekuncen, dan Kebasen), kini pengawasan akan diperluas ke seluruh pelosok Banyumas.
Melalui langkah-langkah ini, Dishub berharap kontribusi sektor parkir terhadap PAD tetap menunjukkan tren positif, meskipun target ambisius Rp7 miliar diprediksi sulit untuk ditembus sepenuhnya.