
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Di tengah gempuran tren Creator Economy dan perubahan perilaku konsumen yang kian cepat, adaptasi sistem digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi pelaku UMKM agar tidak tergerus zaman. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pelatihan Koperasi dan UKM secara resmi menyelenggarakan kegiatan Hetero Business Leap bertema “Pemasaran Digital” yang bertempat di Hetero Space Banyumas.
Program pelatihan strategis ini dirancang untuk membekali para pelaku UMKM dengan keterampilan praktis dalam menghadapi dinamika transformasi digital, mulai dari strategi pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi yang interaktif, fotografi produk, hingga pemanfaatan peluang dalam ekosistem Creator Economy.
Peralihan dari metode konvensional menuju sistem pemasaran digital menjadi fokus utama penguatan kapasitas para pelaku usaha daerah. Dalam sambutannya, Sekar Adik Pembayun, selaku perwakilan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, menegaskan pentingnya adaptasi digital bagi pelaku UMKM di era persaingan pasar modern saat ini.
“Media sosial telah menjadi salah satu sarana pemasaran yang sangat efektif karena mampu menjangkau calon pelanggan secara luas, cepat, dan dengan biaya yang relatif terjangkau,” katanya, Jumat (31/7/2026).
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam untuk mengoptimalkan platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, serta belajar menyusun identitas merek (branding) dan memproduksi konten foto/video produk yang menarik secara konsisten guna memperkuat daya saing produk.
Integrasi sistem digital ini juga mengubah peta jalan pemasaran UMKM, di mana kedekatan visual dan interaksi digital kini memegang kendali atas keputusan pembeli. Sesi materi utama menghadirkan Aulia El Hakim dari UPTICA, yang membawakan topik “Chapter Affiliate: Selamat Datang di Era Creator Economy”. Dalam pemaparannya, Aulia menggarisbawahi pergeseran perilaku konsumen saat ini yang cenderung melakukan pembelian karena terpengaruh oleh konten di media sosial (content-driven commerce).
Ia menjelaskan bahwa di era Creator Economy, pelaku usaha tidak lagi terbatas pada toko fisik. UMKM dapat membuka peluang pasar yang jauh lebih luas tanpa sewa ruko dengan cara membangun audiens, menyampaikan nilai produk melalui konten, serta memanfaatkan jaringan affiliate marketing dan kolaborasi bersama para kreator konten.
Upaya mendorong literasi dan adopsi teknologi ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi modernisasi usaha mikro di Jawa Tengah. Melalui penyelenggaraan Hetero Business Leap ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah bersama para kolaborator berkomitmen menciptakan ekosistem UMKM yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing tinggi sehingga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Sesi materi utama menghadirkan Aulia El Hakim dari UPTICA, yang membawakan topik “Chapter Affiliate: Selamat Datang di Era Creator Economy”. Dalam pemaparannya, Hakim menggarisbawahi pergeseran perilaku konsumen saat ini yang cenderung melakukan pembelian karena terpengaruh oleh konten di media sosial (content-driven commerce).
Ia menjelaskan bahwa di era Creator Economy, pelaku usaha tidak lagi terbatas pada toko fisik. UMKM dapat membuka peluang pasar yang jauh lebih luas tanpa sewa ruko dengan cara membangun audiens, menyampaikan nilai produk melalui konten, serta memanfaatkan jaringan affiliate marketing dan kolaborasi bersama para kreator konten.
“Sebagai pelaku di dunia digital, saya melihat bahwa kemampuan mengelola platform digital dan menyajikan konten yang tepat adalah pondasi penting bagi UMKM. Keterampilan ini yang akan membedakan usaha yang sekadar bertahan dengan usaha yang mampu tumbuh secara berkelanjutan,” kata Irfan Bahtiar yang juga merupakan Program Manager Hetero Space Banyumas yang turut andil dalam penyelenggaraan Hetero Business Leap.