
PURWOKERTO, SERAYUNEWS— Universitas Terbuka (UT) Purwokerto terus memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari Gala Dinner yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Halaqah dengan tema “Dari Akses Terbuka Menuju Maslahat Bersama: Membangun Inklusivitas Ekonomi Syariah di Lingkungan UT.”
Gala Dinner berlangsung mulai pukul 19.00 WIB dalam suasana yang lebih hangat dan informal. Kegiatan tersebut mempertemukan sejumlah tokoh dari berbagai bidang, pimpinan dan akademisi perguruan tinggi, mitra kerja sama, serta keluarga besar UT. Suasana yang lebih santai memberikan ruang bagi para peserta untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus bertukar pandangan mengenai berbagai isu pendidikan dan pembangunan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Ketua Umum Paguyuban Serulingmas Dr. Wisnu Suhardono, serta Direktur Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI KH.
Muhammad Hazbi Zaenal, Ph.D. Turut hadir pula pimpinan dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Barlingmascakeb maupun dari luar daerah.
Keberagaman latar belakang para tamu menjadi salah satu kekuatan dalam pertemuan tersebut. Berbagai pengalaman dan perspektif yang hadir membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai peran perguruan tinggi dalam menjawab perubahan zaman sekaligus kebutuhan masyarakat.
Bagi UT Purwokerto, pertemuan ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk menyampaikan capaian yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi momentum untuk belajar dari pengalaman berbagai pihak, mendengarkan pandangan, serta menjajaki peluang kerja sama baru.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa tantangan pendidikan tinggi ke depan tidak dapat diselesaikan oleh perguruan tinggi secara sendiri. Diperlukan keterbukaan, sinergi, dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tinggi harus mampu merespons perubahan zaman secara cepat. Perguruan tinggi tidak cukup hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga harus memastikan kualitas pembelajaran, relevansi lulusan, inovasi layanan, serta kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi perlu membuka diri dan membangun sinergi dengan berbagai pihak agar apa yang dilakukan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
UT Purwokerto terus mendorong penguatan kualitas layanan, perluasan kemitraan, pengembangan pembelajaran yang relevan, serta peningkatan kapasitas mahasiswa. Kolaborasi juga dikembangkan bersama pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, UT juga terus memperkuat transformasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Integritas, gotong royong, kepedulian, dan kebermanfaatan menjadi nilai yang tetap perlu dijaga.
Melalui rangkaian Halaqah tersebut, termasuk Gala Dinner, UT Purwokerto berharap dapat melahirkan gagasan baru dan memperkuat hubungan dengan berbagai mitra. Silaturahmi yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama dan program yang memberikan manfaat nyata.
Dengan semangat kolaborasi, UT Purwokerto berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang terbuka dan adaptif sekaligus memiliki kedekatan dengan masyarakat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.