
PURWOKERTO , SERAYUNEWS– Halaqah Ekonomi Syariah yang digelar Universitas Terbuka (UT) Purwokerto membahas tantangan ekonomi syariah di tengah pesatnya transformasi teknologi. Termasuk juga membahas perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Acara tersebut berlangsung Senin (24/8/2026) di Gedung UT Purwokerto yang ada di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.
Dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Pendidikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Ojat Darojat menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital. “Transformasi tersebut tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi juga pendidikan, dunia usaha, industri, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Ojat Darojat.
Dalam pemaparannya, Deputi Kemenko PMK menyebut UT memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar dibandingkan perguruan tinggi lain di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 1,65 juta mahasiswa yang tercatat di UT. Dari jumlah itu, sekitar 856 ribu di antaranya sedang aktif mengikuti pendidikan.
Ia mengatakan jumlah tersebut menunjukkan besarnya jangkauan pendidikan jarak jauh yang dimiliki UT. Bahkan, jika dibandingkan dengan perguruan tinggi terbuka di kawasan ASEAN, UT disebut menjadi salah satu yang memiliki jumlah mahasiswa terbesar.
Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah perguruan tinggi terbuka di negara lain. Open University of China disebut melayani sekitar 5,5 juta mahasiswa. Indira Gandhi National Open University di India memiliki sekitar 4,5 juta mahasiswa.Universitas terbuka di Pakistan sekitar 2,25 juta mahasiswa.
Sementara di kawasan ASEAN, ia menyebut UT berada di posisi teratas, disusul Sukhothai Thammathirat Open University di Thailand dan UP Open University di Filipina.
Memasuki pembahasan utama, ia mengatakan ekonomi syariah menjadi salah satu aspek penting dalam membangun masa depan. Namun, perkembangan ekonomi tersebut tidak dapat dipisahkan dari perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
”Masyarakat saat ini telah memasuki era transformasi digital dengan AI sebagai salah satu teknologi yang memberikan pengaruh besar. Perubahan tersebut terlihat dalam berbagai sektor, mulai dari aktivitas masyarakat, pendidikan, industri, dunia kerja, hingga kegiatan ekonomi,” katanya.
AI juga dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan pengembangan sistem pendidikan. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas pembelajaran sekaligus membantu masyarakat menghadapi perubahan kebutuhan di dunia kerja.
Perkembangan teknologi juga telah masuk ke dalam berbagai tahapan kegiatan ekonomi. Pemanfaatannya dapat ditemukan dalam aktivitas investasi, proses produksi, hingga proses penyaluran barang dan jasa kepada konsumen.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, pembahasan ekonomi syariah juga perlu mempertimbangkan perubahan teknologi agar prinsip ekonomi yang dibangun tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, AI saat ini sudah hadir di berbagai lingkungan kehidupan, termasuk sekolah, rumah sakit, layanan publik, pabrik, industri manufaktur, perkantoran, tempat kerja, hingga rumah tangga.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membawa tantangan baru, terutama terkait pola penggunaan perangkat digital. Ia menyoroti tingginya intensitas masyarakat dalam menggunakan perangkat seperti telepon seluler, komputer, dan perangkat digital lainnya.
Perubahan tersebut juga terlihat pada pola kehidupan anak-anak dan generasi muda yang semakin banyak menghabiskan waktu di ruang digital. Penggunaan gawai untuk permainan daring menjadi salah satu hal yang turut mendapat perhatian.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat untuk menggunakannya secara bijak. Menurutnya, AI tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai persoalan teknologi, karena keberadaannya sudah memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia.
Dalam konteks pendidikan, perkembangan AI dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang. Perguruan tinggi perlu menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari Halaqah Ekonomi Syariah di UT Purwokerto yang mempertemukan unsur perguruan tinggi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk membicarakan perkembangan ekonomi syariah di tengah perubahan teknologi.
“Melalui forum ini, ekonomi syariah diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi konsep, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tetap berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” katanya. (nur kholifah)