
CILACAP, SERAYUNEWS – Armand International Montessori School (AIMS) Cilacap memperluas jenjang pendidikannya. Setelah dikenal melalui layanan preschool, daycare, dan playgroup bertaraf internasional, AIMS kini membangun sekolah dasar (SD) melalui program AIMS Primary.
Pembangunan AIMS Primary ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama di Kompleks Perumahan Taman Setiabudi, Jalan Dr Cipto, Kelurahan Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara, Senin (24/8/2026).
Kepala Sekolah AIMS Cilacap, Muhammad Haris Maulana, mengatakan pembangunan AIMS Primary menjadi langkah lanjutan untuk membangun ekosistem pendidikan berbasis Montessori di Cilacap.
“Ya, jadi hari ini acaranya adalah kita ada groundbreaking atau peletakan batu pertama bersama Mr. Antony yang ditujukan untuk pembangunan AIMS Primary atau SD AIMS seperti itu,” kata Haris.
Haris menjelaskan AIMS sebelumnya telah memiliki jenjang preschool. Kini, pengembangan sekolah diarahkan hingga pendidikan dasar.
“Yang mana insyaallah untuk rencananya untuk AIMS sendiri itu kita sudah ada preschool dan kita berusaha untuk mengembangkan kita punya ekosistem pendidikan. Untuk saat ini adalah berfokus di jenjang pendidikan dasar, atau SD, seperti itu,” ujarnya.
AIMS merupakan sekolah berbasis internasional di Kabupaten Cilacap yang menggunakan kurikulum Montessori. Metode tersebut menempatkan anak sebagai pusat proses pembelajaran dengan mendorong kemandirian dan perkembangan sesuai potensi masing-masing.
Di AIMS Primary, pembelajaran nantinya tidak hanya berfokus pada aspek akademik. Bahasa Inggris, kegiatan ekstrakurikuler, hingga teknologi akan menjadi bagian dari proses pendidikan.
“Jadi yang pertama itu jelas untuk bahasa Inggrisnya ya, seperti itu. Dan terus habis yang selanjutnya itu adalah ada banyak extracurricular yang ada di dalamnya, Dan yang mana untuk pembelajarannya sendiri kita kolaborasikan dengan IT atau dengan teknologi seperti itu,” sambungnya.
Salah satu fasilitas yang disiapkan AIMS Primary adalah lapangan tenis. Fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan bagi siswa, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi orang tua.
“Dan mungkin untuk salah satu yang mungkin bisa saya spill saat ini terkait extracurricular-nya adalah insyaallah nanti kami akan menjadi satu-satunya sekolah di Cilacap yang ada lapangan tenisnya, gitu,” kata Haris.
“Jadi bisa mewadahi untuk apa namanya, parents, untuk orang tua yang suka main tenis dan juga untuk anaknya yang mungkin diarahkan untuk ke arah situ, seperti itu,” lanjutnya.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas olahraga sekaligus memperkuat keterlibatan antara siswa dan orang tua dalam lingkungan sekolah.
Meski mengusung konsep pendidikan internasional, AIMS Primary tidak membatasi latar belakang calon siswa. Haris memastikan sekolah tersebut terbuka bagi masyarakat umum.
“Semua kalangan bisa untuk masuk ke IMS Primary ini. Kita enggak pilih-pilih, seperti itu,” tegasnya.
Untuk tahap awal, penerimaan siswa baru tahun ajaran 2027/2028 akan dilakukan secara terbatas. AIMS Primary diproyeksikan memulai kegiatan belajar dengan satu hingga dua kelas.
“Memang di tahap pertama ini, untuk penerimaan siswa baru 2027-2028 itu tidak terlalu banyak, seperti itu. Mungkin kita mulai di satu atau dua kelas dulu,” ujarnya.
Haris menegaskan pembangunan AIMS Primary sejak awal diarahkan untuk ikut meningkatkan kualitas pendidikan di Cilacap.
Gagasan tersebut muncul saat dirinya bertemu dengan Antony yang menjadi mitra AIMS.
“Karena memang dari awal ketika saya ketemu sama Mr. Antony memang kita niatnya adalah untuk peningkatan, untuk levelling up education in Cilacap. Seperti itu. Jadi memang fokusnya ke Cilacap dulu karena mestinya saya orang Cilacap dan Mr. Antony juga ada hubungan dengan Cilacap, seperti itu. Jadi kita fokus ke Cilacap dulu,” imbuh Haris.
Ia berharap keberadaan AIMS Primary mendapat sambutan positif dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan dunia pendidikan di Cilacap.
“Harapannya adalah untuk AIMS ini, untuk SD AIMS atau IMS Primary ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat dan kemudian juga bisa ikut bersumbangsih dalam peningkatan pendidikan utamanya di Kota Cilacap,” ujarnya.
Sementara itu, mitra AIMS dari Prancis, Antony, menyambut baik pembangunan AIMS Primary. Ia menilai metode Montessori menawarkan perspektif berbeda dalam dunia pendidikan.
Antony mengatakan dirinya dapat melihat perkembangan Cilacap setiap kali berkunjung. Menurutnya, pembangunan sekolah dengan konsep seperti AIMS Primary menjadi perkembangan menarik bagi dunia pendidikan di daerah.
“Proyek semacam ini dibuat untuk masa depan pendidikan di sini, di Cilacap. Ada kemungkinan nyata untuk memiliki pandangan yang berbeda tentang pendidikan, ada sistem akademik, ada sistem lain seperti sistem Montessori, pedagoginya benar-benar unik dan dinamis,” kata Antony.
Ia juga mengaku melihat langsung perbedaan metode Montessori melalui pengalaman pendidikan putrinya.
“Dan saya bisa melihat hasilnya secara langsung pada putri saya karena dia bersekolah di Montessori dan saya bisa melihat perbedaannya,” ujarnya.
Antony berharap semakin banyak generasi muda dapat mengenal metode Montessori.
“Saya berharap ke depannya seluruh warga muda dapat terhubung dan dapat merasakan atmosfer seperti ini. Dan saya berharap ada proyek-proyek lain seperti itu,” katanya.
Menurut Antony, kerja sama pendidikan juga dapat menjadi bagian dari hubungan yang lebih luas antara Prancis dan Indonesia.
“Saya berharap kita dapat sharing tentang banyak perbedaan. Saya pikir kita sudah mulai menjalin kerja sama,” ungkapnya.
Ia berharap kemitraan antara kedua negara terus berkembang pada masa mendatang.
“Saya berharap di masa depan mereka dapat terus membuat kemitraan seperti itu dan terus berlanjut,” pungkas Antony.